AYOJAKARTA.COM -- Memasuki tahun politik 2024 yang semakin dekat dengan mulainya pendaftaran bakal calon legislatif atau bacaleg, deklarasi bakal Calon Presiden atau Bacapres hingga langkah-langkah politik menjadi pemandangan biasa menuju paruh kedua 2024.
Baru-baru ini terdapat istilah cawe-cawe yang disebutkan oleh sosok politisi PDIP yang juga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Sebenarnya, apakah arti cawe-cawe tersebut?
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui kbbi.web.id pada 31 Mei 2023 ini, Cawe-cawe yang disebut akan dilakukan sosok Jokowi memiliki arti sebagaimana berikut ini.
Baca Juga: Jokowi Resmi Perkenalkan Logo IKN Hasil Vote, Voters Logo Terpilih Akan Dapat Motor Listrik Loh!
Cawe-cawe merupakan istilah yang disebutkan Jokowi. Presiden Republik Indonesia yang merupakan ayah dari Gibran Rakabuming Raka sang Wali Kota Solo tersebut ungkapkan cawe-cawe untuk negara.
Cawe-cawe merupakan istilah atau ungkapan dari Bahasa Jawa yang berarti membantu mengerjakan, membereskan, merampungkan, atau bisa diartikan ikut menangani.
Ungkapan yang disebut Presiden RI ini disebutkan untuk membantu urusan negara di 2024, yaitu diduga untuk memastikan kebijakan di eranya tetap dijalankan Presiden yang baru kelak. Bukan promosi Capres. Hanya cawe-cawe Pemilu 2024 agar berjalan jujur, adil, dan transparan.
Hal tersebut sebagaimana dikutip oleh AyoJakarta.com melalui kanal Youtube Kompas TV pada 31 Mei 2023 terkait pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.
Baca Juga: Isu Presiden Jokowi Cawe-Cawe di Pilpres 2024, Anies Baswedan Ungkap Ada Kekhawatiran Penjegalan
"Bukan cawe-cawe kemudian untuk mempengaruhi hasil pemilu sama sekali nggak. Cawe-cawe itu menciptakan pemilunya berlangsung dengan baik, dan apa yang menjadi keinginan beliau untuk hilirisasi tetap berlanjut, IKN bisa dilanjutkan dengan baik. Karena memang IKN juga mendapatkan antusias yang luar biasa dari investor dari luar negeri," terang Pramono Anung.
Lebih dalam, Pramono menyebutkan bahwa demi menciptakan iklim demokrasi yang lebih baik, cawe-cawe Presiden Jokowi bukan untuk mempromosikan salah satu Calon Presiden. Namun hanya untuk keberlangsungan Pemilu agar berjalan baik dan kebijakkan tentang IKN tetap berjalan.
Secara tegas, sang Sekretaris Kabinet tersebut menjelaskan bahwa cawe-cawe Presiden di Pemilu 2024 bukan untuk mengatur siapa yang akan memenangkan Pemilu. Hal ini sebelumnya menjadi kekhawatiran tersendiri dan berakhir menjadikan kata "cawe-cawe" viral.
Baca Juga: Perbandingan Masa Pemerintahan SBY dan Jokowi, Sama-sama 2 Periode Mana yang Lebih Berjaya?
Sebelumnya viral pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan akan cawe-cawe Pemilu 2024 untuk kepentingan negara dan bangsa.
"Saya akan cawe-cawe dalam pemilu 2024 demi kepentingan negara", kata sosok Presiden Jokowi.
Tentu saja hal ini langsung menuai reaksi berbagai pihak. Mulai dari warganet hingga politisi dan berbagai tokoh serta pengamat politik.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Baru-baru ini terdapat istilah cawe-cawe yang disebutkan oleh sosok politisi PDIP yang juga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.