AYOJAKARTA.COM - Pengamat menyebut cawapres dengan latar belakang militer kurang diminati di Pilpres 2024.
Belakangan ini, bursa cawapres di Pilpres 2024 sedang ramai dibicarakan.
Untuk capres, sudah ada beberapa sosok yang mendapat dukungan untuk maju mulai dari Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Prabowo Subianto.
Namun, belum ada kepastian siapa sosok yang akan mereka gandeng sebagai cawapres.
Karena itu, teka-teki siapa cawapres yang akan dipinang mereka pun menjadi bahasan hangat.
Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Indaru Setyo Nurprojo menilai cawapres dari golongan militer kurang diminati.
Kenyataannya, beberapa nama yang digadang-gadang berpeluang menjadi cawapres memang hampur semuanya berasal dari golongan sipil.
Baca Juga: Prabowo Mengklaim Dirinya Punya Hutang Budi dengan Masyarakat Ranah Minang? Apakah Itu?
Ada beberapa nama yang paling ramai dibicarakan yakni Erick Thohir, Sandiaga Uno, Mahfud MD, hingga Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.
Hanya AHY yang memiliki latar belakang militer karena ia adalah eks tentara yang pensiun dini.
"Selain ketua partai tentu banyak 'artis-artis' politik nasional, ya. Kalau kita melihat ada Erick Thohir, Sandiaga Uno, kita juga melihat performa ketegasan Pak Mahfud MD, itu yang sekarang banyak dibicarakan di media," kata Indaru seperti dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Senin (5/1/2023).
"Sepertinya pada Pemilu 2024, militer enggak begitu laku untuk dicalonkan, menurut saya, karena eks militer tidak begitu laku," lanjutnya.
Ketimbang latar belakang militer, Indaru menilai ada hal lain yang terkait latar cawapres yang lebih penting bagi publik.
"Ini tinggal apakah mereka yang berbasis pada ormas dengan massa terbesar atau kaitannya dengan perempuan dan sebagainya," pungkasnya.***
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Cawapres Kalangan Militer Diprediksi Kurang Diminati, Pengamat Unsoed Bongkar Alasannya"

Share this article
Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Indaru Setyo Nurprojo menilai cawapres dari militer kurang diminati