AYOJAKARTA.COM -- Terdapat sejumlah proyek infrastruktur yang terancam mangkrak akibat dampak dari efisiensi anggaran.
Diketahui bahwa anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dipangkas sebesar Rp 81,38 triliun dari pagu awal anggaran 2025 sebesar Rp 110,95 triliun.
Pemangkasan ini menyisakan Rp 29,57 triliun untuk anggaran Kementerian PU selama tahun 2025.
Tentunya efisiensi anggaran sebesar itu akan memberikan dampak terhadap sejumlah proyek infrastruktur.
Adapun dampak yang ditimbulkan seperti adanya penundaan, termasuk proyek konektivitas, sumber daya air, serta pengembangan kawasan permukiman.
Baca Juga: Pendaftaran SPAN PTKIN 2025 Resmi Dibuka, Simpan Cara Daftar dan Syaratnya!
Daftar Proyek Infrastruktur yang Terdampak Efisiensi Anggaran
Berikut ini merupakan daftar proyek infrastruktur yang berpotensi mangkrak karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
1. Sumber Daya Air (SDA) Rp 27,72 Triliun
- Pembangunan 14 unit bendungan, 1 Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh, dan revitalisasi danau dan situ
- Pembangunan 9.550 hektar dan rehabilitasi 29.000 hektar jaringan irigasi
- Pembangunan prasarana air baku berkapasitas 1,25 meter kubik/detik
- Pembangunan pengaman pantai sepanjang 4,5 kilometer, pengendali banjir sepanjang 19 kilometer, serta pengendali lahar dan sedimen
- Operasi dan pemeliharaan infrastruktur dan P3TGAI
- Pengadaan tanah
- Dukungan manajemen serta teknis lainnya.
2. Bina Marga Rp 24,83 Triliun
- Pembangunan jalan sepanjang 57 km dan peningkatan kapasitas serta perawatan jalan sepanjang 1.102 km
- Pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 5.841 meter, dan preservasi jembatan sepanjang 12.000 meter
- Pembangunan flyover atau underpass dan terowongan sepanjang 94 meter
- Pembangunan jalan tol sepanjang 7,36 km
- Preservasi rutin jalan sepanjang 47.603 km, jembatan sepanjang 563.402 meter, dan Padat Karya untuk 24,6 ribu tenaga kerja
- Program padat karya untuk 24.600 tenaga kerja.
3. Prasarana Strategis Rp 20,69 Triliun
- Fungsi pendidikan: Pembangunan dan rehabilitasi untuk sekolah 9.300 dan 2.034 madrasah, serta rehabilitasi dan renovasi perguruan tinggi atau keagamaan sebanyak 9 unit
- Fungsi permukiman: Rehabilitasi, renovasi pasar untuk 2 unit, prasarana olahraga untuk 3 unit, dan prasarana lainnya untuk 4 unit
- Dukungan manajemen serta teknis lainnya.
4. Cipta Karya: Rp 7,75 Triliun
- Pembangunan dan peningkatan SPAM berkapasitas 40 liter per detik, perluasan SPAM untuk 863 sambungan rumah, dan IBM Pamsimas di 600 lokasi
- Sistem Pengelolaan Air Limbah untuk 10.240 kepala keluarga, persampahan untuk 9.540 kepala keluarga, dan IBM Sanimas di 1.400 lokasi, LPK 825 lokasi, dan TPS3R di 100 lokasi)
- Pengembangan kawasan seluas 118,5 hektar, penataan kawasan pariwisata seluas 3,0 hektar, dan IBM PISEW di 900 lokasi
- Bangunan gedung sebanyak 9 unit, penataan bangunan serta lingkungan di 13 kawasan
- Dukungan manajemen serta teknis lainnya.
Baca Juga: Fakta Terbaru Vadel Badjideh Setelah Ditetapkan sebagai Tersangka atas Kasus Asusila terhadap LM
Demikianlah informasi terkait daftar proyek infrastruktur yang berpotensi mangkrak karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
Share this article
Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dipangkas sebesar Rp 81,38 triliun dari pagu awal anggaran 2025 sebesar Rp 110,95 triliun.