AYOJAKARTA.COM--Bulan Ramadan 1444 H telah memasuki hari yang ke-19.
Kurang lebih 10 hari lagi, seluruh umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Salah satu organisasi Islam besar di Indonesia yaitu Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1444 H.
Dikutip dari ayobandung.com dalam artikel Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023? Muhammadiyah Tetapkan 21 April, Apakah NU dan Pemerintah Bakal Beda?, pada Selasa (11/4/2023) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada tanggal 21 April 2023.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pada hisab hakiki wujudul hilal.
Sementara itu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama belum menentukan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama atau NU juga belum memutuskan Hari Raya Idul Fitri 2023.
Pemerintah melalui Kemenag dan sejumlah organisasi Islam yang ada di Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Sidang isbat rencananya akan digelar pada tanggal 20 April 2023 untuk menentukan 1 Syawal 1444 H.
Dikutip dari rri.go.id pada Selasa (11/4), akan terjadi perbedaan dalam Hari Raya Idul Fitri 1444 H antara Muhammadiyah dan NU.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 2023 Jatuh pada 21 April, Tidak Ada Kemajuan atau Penundaan!
Meskipun kedua organisasi Islam besar di Indonesia tersebut mengawali awal Bulan Ramadan bersamaan.
Pemerintah dan NU kemungkinan akan menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir menyebutkan bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah memang sangat mungkin terjadi.
Perbedaan tersebut berdasarkan pada perbedaan dalam metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Tafsir menyebutkan bahwa Muhammadiyah menggunakan rukyatul bil ilmi atau melihat dengan ilmu dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Baca Juga: Kapan 1 Syawal 2023? Catat, Ini Jadwal Lebaran NU, Muhammadiyah dan Pemerintah
Sementara itu, dalam menentukan awal bulan Hijriah, NU menggunakan metode rukyatul hilal atau melihat bulan secara langsung.
Menurutnya, masih terdapat perbedaan antara Muhammadiyah dan NU dalam menentukan definisi mengenai tanggal 1 atau awal bulan Hijriah.
Tafsir meminta agar masyarakat tidak gaduh atas perbedaan tersebut.
Ia justru meminta masyarakat untuk berpedoman dan meyakini salah satu pendapat yang ada.***

Share this article
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama dan Organisasi NU belum menentukan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1444 H.