AYOJAKARTA.COM – Ada narasi yang mengatakan bahwa Anies Baswedan merupakan tokoh politik yang mendapat tuduhan telah melakukan politik identitas oleh sejumlah pihak.
Mendengar hal tersebut Anies Baswedan akhirnya buka suara menanggapi dengan tegas tuduhan tersebut.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (19/2/2023), Anies Baswedan memang diusung oleh partai yang berbasis Islam. Dari situlah tuduhan politik identitas yang dituduhkan kepada Anies muncul.
Baca Juga: Tanggapi Permintaan Kamaruddin Simanjuntak, Nikita Mirzani Beri Komentar Pedas Soal Naik Pangkat
Politik identitas sendiri memiliki arti sebuah alat politik dari suatu kelompok tertentu misalnya saja kelompok agama, suku, etnis, atau lainnya untuk tujuan tertentu yang dalam hal ini adalah untuk menjadi pendukung dalam Pilgub 2017 ataupun Pilpres 2024 nantinya.
Anies Baswedan memberikan analogi bahwa jika segelas air minum dikatakan oleh 100 orang, bahwa air tersebut merupakan air keras maka yang terjadi adalah publik akan menganggap air tersebut adalah air keras.
Hal tersebut itulah yang terjadi pada dirinya, timbul persepsi keliru yang awal mulanya disampaikan oleh sejumlah pihak.
Faktor kedua yang bisa membentuk persepsi adalah kenyataan dan bukanlah sebuah pernyataan dari suatu pihak.
Tudingan politik identitas yang didapatkan oleh Anies Baswedan sudah ada semenjak dirinya menjadi gubernur DKI Jakarta pada pemilihan tahun 2017 lalu.
Kemudian tudingan tersebut mencuat kembali ketika Anies Baswedan sudah mendapatkan tiket untuk maju ke Pilpres 2024.
“Jadi bagaimana persepsi dibentuk? Tunjukkan kenyataan, kami bertugas Jakarta, tunjukkan sesudah berjalan 5 tahun apakah ada bukti bahwa yang ditudingkan menemukan pembuktiannya?” kata Anies Baswedan.
“Bila yang ditudingkan tidak menemukan pembuktiannya dan ternyata memang tidak ditemukan maka semua pernyataan-pernyataan itu batal demi akal sehat,” tambahnya.
Anies Baswedan merasa dirinya tidak perlu klarifikasi dengan bertanding pernyataan yang berkebalikan dengan tudingan tersebut.
Menurutnya, ia hanya perlu menunjukkan kenyataan bahwa dirinya sama sekali tidak sesuai dengan tudingan perihal politik identitas.
Baca Juga: Pilu! Reza Adik Brigadir J Unggah Foto Lawas Ibunda dan Kakaknya: Dipeluk dengan Cara yang Berbeda
Nantinya ketika publik sudah melihat bukti nyata yang Anies Baswedan tunjukkan maka dinilai lebih kuat dari hanya sekedar pernyataan yang ia katakan saja.
Anies Baswedan juga menegaskan bahwa identitas apapun juga menginginkan adanya keadilan, jadi politik tidak hanya tentang suatu golongan identitas saja.
Hal tersebut Anies Baswedan sampaikan pada acara Konsolidasi Ummat Menuju Kemenangan 2024 yang diselenggarakan pada 13 – 15 Februari 2023.***

Share this article
Anies Baswedan juga menegaskan bahwa identitas apapun juga menginginkan adanya keadilan, jadi politik tidak hanya tentang suatu identitas.