AYOJAKARTA.COM---Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang terjadi pada 8 Juli 2022 lalu di kompleks Duren Tiga menyedot perhatian publik.
Sebab otak pelaku pembunuhan merupakan seorang jendral bintang dua, yakni Ferdy Sambo didukung banyak ajudannya.
Kematian Brigadir Yosua ini pun menjadi kesedihan mendalam bagi keluarganya, sebab di mata mereka selama ini sosok Yosua tak pernah bercerita ada masalah dalam pekerjaannya.
Baca Juga: SAH! Ferdy Sambo Dituntut Pidana Seumur Hidup, Ini Alasan Jaksa Penuntut Umum
Kesedihan itu terutama sangat dirasakan oleh ibunda Yosua yakni Rosti Simanjuntak.
Hingga kini ibunda Yosua kerap menunjukkan kepedihannya usai kepergian anaknya itu.
Berbagai curahan hati ia luapkan saat diundang dalam acara-acara yang menjadikannya sebagai bintang tamu.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati, Tangis Keluarga Pecah dengan Putusan Hakim
Kali ini Rosti Simanjuntak mengungkapkan saat dirinya diminta untuk tidak lagi muncul di media.
Melansir dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Rosti Simanjuntak yang merupakan ibunda Yosua pun menceritakan kisahnya.
Rosti menceritakan ketika sebelum persidangan, keluarganya didatangi rombongan untuk meminta mereka tidak lagi muncul di media.
"Sebelum persidangan, ya memang ada cara-cara mereka untuk melakukan agar kami jangan muncul ke publik secara mengintimidasi," ujar ibunda Yosua.
Baca Juga: Tanah Arab Ditumbuhi Rumput Hijau Tanda Kiamat? Ustadz Fahmi: Benar, Tetapi Ada Satu Hal Ini
"Yaitu dengan datangnya rombongan daripada Hendra bersama Kombes Santo ke rumah Sungai Bahar," tambahnya.
Kemudian Rosti mengatakan bahwa setelah pemakaman Yosua, rombongan itu melakukan intimidasi pada keluarga Brigadir J.
Agar dapat membungkamnya dan tidak meneruskan perjuangan menguak fakta yang sebenarnya terjadi.
"Yang menurut mereka akan membungkam kami tidak berbicara tidak melakukan yaitu perjuangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ini," pungkasnya.
Akan tetapi menurut Rosti Simanjuntak, Tuhan turut hadir untuk mengungkap kasus tersebut.
Kasus yang menewaskan Yosua itu pun hingga kini masih dalam penyelidikan.
Berbagai upaya dilakukan demi mengungkap misteri kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut.
Terbaru pekan ini, kasus pembunuhan Brigadir Yosua memasuki tahapan baru berupa sidang pembacaan tuntutan hukuman***

Share this article
Rosti Simanjuntak menceritakan ketika sebelum persidangan, keluarganya didatangi rombongan untuk meminta mereka tidak lagi muncul di media