AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat berlanjut.
Segala macam strategi dan siasat dilakukan oleh Ferdy Sambo agar lepas dari jeratan pasal pembunuhan berencana.
Beberapa kejanggalan ditemukan oleh pakar melihat dari penampilan Ferdy Sambo yang kerap memakai kacamata di akhir-akhir sidang ini.
Baca Juga: Publik Murka! PN Jaksel Ramai Digeruduk Massa, Minta JPU Tuntut Hukuman Mati Ferdy Sambo CS
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menyoroti penggunaan kacamata yang sering kali dipakai Ferdy Sambo pada beberapa persidangan terakhir.
Menurut Reza Indragiri, Ferdy Sambo yang merupakan terdakwa dari kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua mengatakan mungkin saja hal itu sebagai bentuk strategi nerd defense.
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube tvOneNews, Sabtu (14/1/2023), ia menjelaskan bahwa setiap orang yang hadir dan duduk sebagai terdakwa pasti akan menggunakan strategi.
Strategi itu menurutnya bisa secara normatif seperti administrasi hukum, bukti, maupun saksi.
Baca Juga: Telak! Putri Candrawathi Mendadak 'Amnesia' saat Hakim Beberkan CCTV Berduaan dengan Kuat Maruf
Tetapi yang tidak kalah penting ada penelitian psikologi forensik menemukan bahwa penampilan dari terdakwa baik itu memakai gimik bisa mempengaruhi psikologi dari hakim.
“Penelitian psikologi forensik menemukan bahwa ini solid ini ilmiah bahwa ternyata pesakitan pun harus mengemas dirinya sedemikian rupa,” tutur Reza Indragiri.
“Memakai gimik sedemikian rupa agar kemudian bisa mempengaruhi psikologinya juri atau psikologinya hakim, termasuk menggunakan kacamata” tambahnya.
Reza juga mengatakan ada kesimpulan penelitian yang mengungkapkan bahwa kacamata merupakan instrumen yang paling sering digunakan sebagai strategi di ruang persidangan.
Hal ini menunjukkan betapa manjurnya penggunaan kacamata ini mempengaruhi suasana batin dari juri dan hakim di persidangan.
Sehingga bisa saja mempengaruhi putusan sebagaimana ditargetkan oleh terdakwa.
Menurutnya hal tersebut diistilahkan sebagai nerd defense, yakni pembelaan diri ala si kutu buku. Dikarenakan orang yang pakai kacamata akan tampak lebih tekun ataupun lebih terlihat pemikir.
“Sekaligus khusus bagi terdakwa Ferdy Sambo ini yah, karena secara lahiriah bentuk mukanya itu sangat polisi banget gitu polisi banget mukanya maka agar kesan itu agak berkurang,” ujar Reza.
“Sehingga tidak terlalu dikait-kaitkan sebagai terdakwa pembunuhan berencana maka memang raut muka Ferdy sambo harus dibikin lebih lembut, harus dibikin lebih halus, harus dibikin lebih lembut,” lanjutnya.
Data penelitian menunjukan bahwa strategi tersebut menurut ahli psikologi forensik juga pernah dilakukan oleh terdakwa pembunuhan terhadap empat orang yang bahkan sampai bebas.
Terlepas dari perdebatan substansi terkait dengan hukum tetap berlangsung, tetapi menurutnya ada pengaruh yang nyata dari penampilan terdakwa terhadap suasana batin hakim dan jurinya.***

Share this article
Segala macam strategi dan siasat dilakukan oleh Ferdy Sambo agar lepas dari jeratan pasal pembunuhan berencana.