AYOJAKARTA.COM - Dalam persidangan kasus obstruction of justice pada Jumat, 13 Januari 2023, terdakwa Chuck Putranto mengaku kaget sekaligus kecewa mengetahui semua skenario Ferdy Sambo.
Hal ini disampaikannya saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman Arifin dalam sidang lanjutan kasus obstruction of justice di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Chuck mengaku kaget bahwa dalam rekaman tersebut tampak almarhum Brigadir Yosua masih hidup saat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tiba di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Dalam video tersebut kami lihat bahwa pak Ferdy Sambo datang almarhum Yosua masih hidup," kata Chuck, dikutip dari siaran Metro TV, Jumat, 13 Januari 2023.
Mendengar hal tersebut jaksa pun menggali kembali tentang fakta di mana awal mula skenario ini terbongkar.
"Jadi dalam rekaman itu ternyata yosua masih ada saat bersamaan Ferdy Sambo. Apakah yang saksi lihat ada suatu kejanggalan terkait rekaman CCTV tersebut?, " tanya Jaksa
"Pastinya bingung kami pada saat itu, sebab yang diceritakan kepada kami mulai tanggal 9 dan 10 dimana posisi datang beliau bahwa baku tembak itu sudah terjadi, sedangkan di video itu Pak Ferdy Sambo datang Yosua masih hidup," ungkap Chuck.
Diketahui sebelumnya, pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2022, Chuck sempat bertanya langsung pada Sambo yang sudah dimutasi kala itu menjadi Perwira Tinggi Pelayanan Markas (Pati Yanma), tentang apakah ia terlibat dalam penembakan Yosua, namun Sambo masih mengklaim tidak menembak ajudannya tersebut.
Kemudian, setelah di patsus pada 8 Agustus 2022, Chuck mengaku kalau ditunjukkan BAP Richard terkait keterangannya yang sudah berubah dari skenario Ferdy Sambo di awal di mana ia mengaku menembak Yosua sendirian. Sebab dalam BAP tersebut, disampaikan Ferdy Sambo turut menembak Brigadir Yosua.***

Share this article
Terdakwa obstruction of justice Chuck Putranto mengaku kaget sekaligus kecewa mengetahui semua skenario Ferdy Sambo, termasuk di balik CCTV.