AYOJAKARTA.COM--Kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang tak kunjung selesai, menjadi sorotan banyak orang.
Tak hanya kejelasan motif dan kebenaran yang belum terungkap, namun kasus ini juga semakin menarik, sebab masa penahanan para terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua akan selesai pada 9 Januari 2023 ini.
Motif pelecehan seksual yang diklaim Putri Candrawathi terjadi padanya karena ulah Brigadir Yosua, pada akhirnya membuat suaminya Ferdy Sambo bertindak emosi. Hingga penembakan berujung kematian Yosua. Motif inilah yang terus digaungkan.
Di sisi lain, ternyata Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Ratna Batara Munti, turut bersuara dan menyoroti tindakan Putri Candrawathi.
Menurut Ratna, Putri Candrawathi yang diketahui terlibat membersihkan DNA Ferdy Sambo di barang-barang Yosua, bisa jadi adalah otak pembunuhan Brigadir Yosua.
Hal itu disampaikan Ratna Batara yang menanggapi kesaksian Bharada E bahwa Putri Candrawathi terlibat dan bahkan memerintah membersihkan barang milik Brigadir Yosua dari DNA Ferdy Sambo.
Putri Candrawathi memerintahkan para ajudannya yaitu Bharada E, Ricky Rizal bahkan Kuat Maruf untuk membersihkan barang Yosua dari DNA Ferdy Sambo menggunakan desinfektan.
Baca Juga: Cerita Ferdy Sambo Kena Amuk Putri Candrawathi Usai Terlibat Kematian Yosua: Kenapa Libatkan Saya?
Ratna menilai Putri Candrawathi bisa jadi otak di balik pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.
Ratna Batara berpikir demikian karena selama ini sesuai dengan fakta persidangan yang ditampilkan, sosok Putri Candrawathi terlibat sangat aktif baik dari perencanaan dan pembersihan DNA di kasus ini.
Putri Candrawathi seperti dalam kesaksian Bharada E dan Ricky Rizal memerintahkan ajudan untuk membersihkan barang-barang Yosua dengan desinfektan dan hand sanitizer.
Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghilangkan bukti sidik jari atau DNA Ferdy Sambo yang mungkin menempel di barang milik Yosua.
Baca Juga: Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Saling Menolak Jadi Saksi, Ingin Selamatkan Diri Sendiri?
Ratna beranggapan bahwa perintah dan keterlibatan Putri Candrawathi sangat terencana dan terstruktur.
Bahkan Putri Candrawathi sampai memikirkan terkait penggunaan sarung tangan oleh para ajudan saat membersihkan barang-barang Yosua.
“Dari posisinya dan juga keterlibatan dalam kasus ini kan terlihat ya dari fakta-fakta persidangan seperti yang disampaikan oleh Richard bahwa dia (Putri Candrawathi) itu ada ketika perencanaan awal dan bahkan mungkin itu bukan awal, kita tidak ada yang tahu,” jelas Ratna, dikutip dari program ROSI, Kompas TV, Jumat, 6 Januari 2023.
“Kita kan ga tahu, Yosua itu sudah menyatakan dia itu punya masalah yang berat sampai kemudian dia itu dibunuh dan kemudian PC itu terlibat juga dalam perencanaan bahkan tadi juga setelah selesai melakukan eksekusi juga dia aktif mengumpulkan HP,” tambahnya.
Ratna bahkan berujar bahwa bisa jadi Putri Candrawathi justru otak di balik rencana pembunuhan Brigadir Yosua.
Baca Juga: TERPOPULER: Putri Candrawathi Disebut Tukang Zina oleh ART Sartini, Fakta atau Hoaks?
“Bisa jadi dia malah otak di balik ini semua,” ujarnya.
“Kita ga bisa memukul rata semua perempuan itu lemah, itu justru pandangan yang sangat bias gender ya, bahwa perempuan itu ga mungkin menjadi otak atau dalang dari kejahatan,” jelas Ratna.
Namun hingga kini persidangan pun belum mampu membuktikan kebenaran atas kasus pembunuhan Brigadir Yosua di tanggal 8 Juli 2022 lalu.
Persidangan masih terus berjalan dengan mencari fakta-fakta baru dari saksi-saksi dan juga keterangan terdakwa dan alat bukti lain.***

Share this article
Putri Candrawathi disebut otak pembunuhan Brigadir Yosua sebenarnya, gara-gara beri perintah yang cukup berpengaruh