AYOJAKARTA.COM – Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual, Ratna Batara Munti, membeberkan pendapatnya soal kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi yang kini berstatus sebagai terdakwa, memiliki kemungkinan bahwa dia adalah otak dari skenario pembunuhan tersebut.
Hal itu diungkapkan Ratna Batara ketika berbincang di acara ROSI belum lama ini.
Kemungkinan Putri Candrawathi Otak di Balik Skenario
Putri Candrawathi memerintahkan para ajudannya yaitu Bharada E, Ricky Rizal bahkan Kuat Maruf untuk membersihkan barang Yosua dari DNA Ferdy Sambo menggunakan desinfektan.
Ratna menilai Putri Candrawathi bisa jadi otak di balik pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.
Ratna Batara berpikir demikian karena selama ini sesuai dengan fakta persidangan yang ditampilkan, sosok Putri Candrawathi terlibat sangat aktif baik dari perencanaan dan pembersihan DNA di kasus ini.
Baca Juga: Cerita Ferdy Sambo Kena Amuk Putri Candrawathi Usai Terlibat Kematian Yosua: Kenapa Libatkan Saya?
Putri Candrawathi seperti dalam kesaksian Bharada E dan Ricky Rizal memerintahkan ajudan untuk membersihkan barang-barang Yosua dengan desinfektan dan hand sanitizer.
Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghilangkan bukti sidik jari atau DNA Ferdy Sambo yang mungkin menempel di barang milik Yosua.
Ratna beranggapan bahwa perintah dan keterlibatan Putri Candrawathi sangat terencana dan terstruktur.
Bahkan Putri Candrawathi sampai memikirkan terkait penggunaan sarung tangan oleh para ajudan saat membersihkan barang-barang Yosua.
“Dari posisinya dan juga keterlibatan dalam kasus ini kan terlihat ya dari fakta-fakta persidangan seperti yang disampaikan oleh Richard bahwa dia (Putri Candrawathi) itu ada ketika perencanaan awal dan bahkan mungkin itu bukan awal, kita tidak ada yang tahu,” jelas Ratna, dikutip dari program ROSI, Kompas TV, Jumat, 6 Januari 2023.
Baca Juga: Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Saling Menolak Jadi Saksi, Ingin Selamatkan Diri Sendiri?
“Kita kan ga tahu, Yosua itu sudah menyatakan dia itu punya masalah yang berat sampai kemudian dia itu dibunuh dan kemudian PC itu terlibat juga dalam perencanaan bahkan tadi juga setelah selesai melakukan eksekusi juga dia aktif mengumpulkan HP,” tambahnya.
Ratna bahkan berujar bahwa bisa jadi Putri Candrawathi justru otak di balik rencana pembunuhan Brigadir Yosua.
“Bisa jadi dia malah otak di balik ini semua,” ujarnya.
“Kita ga bisa memukul rata semua perempuan itu lemah, itu justru pandangan yang sangat bias gender ya, bahwa perempuan itu ga mungkin menjadi otak atau dalang dari kejahatan,” jelas Ratna.
Namun hingga kini persidangan pun belum mampu membuktikan kebenaran atas kasus pembunuhan Brigadir Yosua di tanggal 8 Juli 2022 lalu.
Persidangan masih terus berjalan dengan mencari fakta-fakta baru dari saksi-saksi dan juga keterangan terdakwa dan alat bukti lain.***

Share this article
Aktivis Perempuan Ratna Batara Munti sebut kemungkinan bahwa Putri Candrawathi adalah otak dari skenario pembunuhan Brigadir J.