Bak Drama Korea! Ini Awal Mula Konflik Keraton Surakarta: Perebutan Tahta Anak Raja, Hingga Terjadinya Kudeta

Bak Drama Korea! Inilah Awal Mula Konflik Keraton Surakarta: Perebutan Tahta Anak Raja, Hingga Terjadinya Kudeta
Bak Drama Korea! Inilah Awal Mula Konflik Keraton Surakarta: Perebutan Tahta Anak Raja, Hingga Terjadinya Kudeta

AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini, sebuah konflik internal telah terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo yang kembali memanas.

Tepatnya pada hari Jumat (23/12/2022), konflik panas telah terjadi hingga peristiwa penodongan senjata api dan penganiayaan di lingkungan internal Keraton Solo.

Ternyata, peristiwa ini bukan pertama kalinya, melainkan sudah menjadi ‘perang’ berkepanjangan yang belum juga usai hingga saat ini juga.

Lalu, sebenarnya bagaimana awal mula konflik ini bisa terjadi? Berikut ini adalah ulasannya, dikutip AyoJakarta dari Suara.com.

Awal Mula Konflik

Konflik ini terjadi bermula pada tanggal 12 Juni 2004, ketika Pakubowono atau PB XII meninggal dunia dan meninggalkan tahtanya yang kosong.

Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Ungkap Bobot Keterangan Richard Eliezer dan Saksi Lainnya Sama, Begini Penjelasannya

Ketika turun tahta karena meninggal dunia, PB XII sama sekali tidak memiliki permaisuri yang bisa dijadikan sebagai pewaris tahtanya, ketika memiliki anak.

Sementara itu, ia hanya memiliki sejumlah selir yang anaknya juga tak pernah ditunjuk satupun untuk mewarisi tahta Kasunanan Surakarta yang selanjutnya.

Inilah yang kemudian menjadi biang kerok, awal mula terjadinya konflik internal di Keraton Solo atau Keraton Surakarta yang kembali memanas baru-baru ini.

Bak di film drama, antara anak raja yang berbeda ibu akhirnya berseteru karena menyatakan diri sebagai pewaris sah dari sang raja Keraton Surakarta.

Pada 31 Agustus 2004, putra tertua PB XII dari selir ketiganya, Sinuhun Hangabehi menyatakan dirinya sebagai raja baru dari Kasunanan Surakarta.

Posisinya dalam pengklaiman tahta tersebut bisa terjadi karena dirinya mendapatkan dukungan dari sejumlah orang, termasuk saudara sedarahnya, termasuk GKR Wandansari.

Baca Juga: Waspada! Potensi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Ini, Bisa Ganggu Penerbangan Selama Libur Nataru

Sementara itu, di sisi lain ada putra PB XII dari selir lainnya, Sinuhun Tedjowulan yang menyatakan bahwa dirinya merupakan pewaris tahta yang sah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Sinuhun Tedjowulan pada 9 November 2004 menyatakan dirinya sebagai raja yang mampu memimpin Kasunanan Solo dengan dukungan dari sejumlah saudaranya.

Konflik Mereda

Setelah beberapa tahun terbagi menjadi dua kubu, Keraton Solo akhirnya mencapai titik damainya dengan upaya yang diinisiasi oleh Joko Widodo.

Upaya perdamaian tersebut diajukan oleh Jokowi ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo bersama dengan anggota DPR RI Mooryati Sudibyo.

Di Jakarta, kedua belah kubu akhirnya bersepakat untuk berdamai dan menandatangani akta rekonsiliasi.

Dalam perjanjian tersebut, akhirnya Hangabehi lah yang menjadi raja Solo dengan gelar PB XIII.

Sementara itu, Tedjowulan dinobatkan sebagai Mahapatih dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung.

Tak berjalan dengan lancar, Gusti Moeng dan saudara-saudaranya menyatakan bahwa mereka tidak sepakat dengan hasil rekonsiliasi tersebut.

Baca Juga: BTN Bersiap Luncurkan 'SuperApp' Awal Tahun 2023

Bahkan, mereka mendirikan Lembaga Dewan Adat (LDA) hingga menyewa pendekar untuk menyandera PB XII dan Mahapatih.

Gusti Moeng dan LDA juga melakukan kudeta terhadap raja baru ini, dengan dalih bahwa PB XIII telah melakukan sejumlah pelanggaran.

Tak hanya itu saja, LDA bahkan melarang PB XIII dan para pendukungnya untuk hadir di area Keraton Solo, termasuk menutup dan mengunci sejumlah pintu masuk keraton.

Atas hal tersebut, PB XIII Hangabehi yang telah menyatukan kekuatan dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan pada akhirnya tak mendapatkan tahtanya di Kasunanan Surakarta.

Konflik 2017

Pada bulan April 2017, konflik internal Keraton Solo kembali terjadi ketika putri PB XIII GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani dan sejumlah abdi dalem terkurung di Keputren atau kediaman putri raja.

Upaya perdamaian telah dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan mengutus anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadisiswoyo, tetapi gagal.

Baca Juga: Mobil Lexus LM350 Ferdy Sambo Disorot, Pengamat Otomotif Ungkap Fakta Berikut Ini!

Konflik Jumat Malam

Setelah sejarah tersebut, baru-baru ini konflik internal kembali terjadi di Keraton Solo antara kubu PB XII dengan LDA Gusti Moeng.

Gusti Moeng mengaku bahwa dirinya telah diusir dari keraton oleh kubu Sasonoputro yang mengatas namakan PB XII.

Ia bahkan menyebut bahwa Sasonoputro telah mengerahkan 50 orang untuk mengusir keluarganya dari Keraton Surakarta.

Baca Juga: Terbongkar! Ini Sebab Cristian Gonzales Hengkang dari Rans Nusantara FC, Benarkah karena Fitnah?

Pengusiran tersebut kemudian mendapat perlawanan dari kubu LDA selaku kubu Gusti Moeng.

Akibat konflik ini, dua orang cucu PB XIII mengalami penganiayaan yaitu Bendara Raden Mas Yudhistira dan BRM Soeryo Mulyo.

Sementara itu, ada kabar yang menyatakan bahwa penodongan senjata api telah terjadi, tetapi dibantah aparat kepolisian.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Anak Raja
# tahta
# Keraton Surakarta
# kudeta
# konflik

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.