AYOJAKARTA.COM - Usai kematian Brigadir Yosua, diketahui Ricky Rizal membuat sebuah grup WhatsApp (WA) pada 11 Juli 2022.
Grup WA yang dibuat Ricky Rizal ini beranggotakan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ajudan dan ART Sambo.
Grup Duren Tiga yang dibuat Ricky Rizal itu diungkap oleh ahli digital forensik, Adi Satya di persidangan.
Melalui Ponsel milik Richard Eliezer, Adi Satya membuka nama-nama yang ada pada kontak grup tersebut.
“Yang pertama kontak WhatsApp atas nama Richard, yang kedua kontak WhatsApp atas nama Ricky Wibowo, yang ketiga kontak WhatsApp atas nama Damson Koban, yang berikutnya kontak WhatsApp atas nama Daden, kemudian kontak WhatsApp atas nama Irjen Ferdy Sambo, kontak WhatsApp atas nama Putri Candrawathi, kontak WhatsApp nama Diryanto, kemudian kontak WhatsApp nama Om Kuat, kemudian kontak WhatsApp nama SMD, kontak WhatsApp atas nama Tuhan Yesus,” ujar Adi Satya, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis, 22 Desember 2022.
“Kemudian kontak WhatsApp atas nama Alfanzu, kemudian kontak WhatsApp atas nama Sadam, berikutnya kontak WhatsApp atas nama Gusti Sejati, kemudian kontak WhatsApp atas nama Proyogi igtara, kontak WhatsApp atas nama AR19, dan yang terakhir kontak WhatsApp atas nama WTK46,” pungkasnya.
Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Sebut Ricky Rizal Pantas Jadi Terdakwa, Apa Alasannya? Simak Selengkapnya di Sini!
Namun tak lama diketahui Richard Eliezer langsung dikeluarkan dari grup tersebut.
Melalui kuasa hukumnya, Ricky Rizal menyampaikan alasannya membuat grup tersebut.
Belan Dewangga Pribadi, menyebut grup tersebut dibuat untuk melakukan koordinasi antara ajudan, ART dan atasannya.
“Kenapa grup itu dibuat kembali pada tanggal 11 oleh saudara Ricky Rizal itu untuk menggantikan grup WhatsApp yang lama,” ujar Belan.
Baca Juga: Soal Sikap Pasif Bripka RR Saat Penembakan Brigadir J, Ahli Pidana: Ricky Rizal Pantas Jadi Terdakwa
“Di grup WhatsApp yang lama itu setelah kejadian meninggalnya Almarhum Yosua itu seluruh anggotanya semuanya left grup, sehingga perlu dibuat grup yang baru untuk tetap berkoordinasi antara ajudan dan ART,” tambahnya.
Terkait kontak yang tidak disimpan, Bripka RR mengaku lupa siapa saja orang-orangnya.
Namun soal kontak yang bernama ‘Tuhan Yesus maha baik’, Belan menyebutkan bahwa kliennya menduga itu adalah Alfonsius.
Sebab yang biasa membuat nama religius adalah Putri Candrawathi, Damson dan Alfonsius.
“Yang namanya ‘Tuhan Yesus maha baik’ itu dugaan Mas Ricky adalah biasanya yang menggunakan nama-nama religius itu adalah Ibu PC, Damson atau Alfonsius, cuman kan kalau Ibu PC di savenya namanya Ibu PC, kalau Damson disavenya,” ujar Kuasa Hukum Bripka RR.
“Kemungkinan yang namanya ‘Tuhan Yesus maha baik’ itu adalah Alfonsius,” tambahnya.
Melihat kasus ini warganet terus memberikan komentar, salah satunya ini.
“Agak makin ngeri ya ini sambo dan PC udah kaya SEKTE.. dan ajudan2 ini bakal jadi tumbal dengan segala kebohongan narasi yang dibuat sambo sama Pc,” tulis @egha**** dalam kolom komentar.***

Share this article
Usai kematian Brigadir Yosua, diketahui Ricky Rizal membuat sebuah grup WhatsApp (WA) pada 11 Juli 2022.