AYOJAKARTA.COM---Gempa bumi baru-baru ini terjadi hampir secara berurutan di Provinsi Jawa Barat, yang membuat isu megathrust kembali menjadi perhatian publik.
Setelah serangkaian gempa mulai dari Cianjur, Garut, dan gempa-gempa susulan beserta sesar yang diprediksi dapat menjadi cikal bakal gempa yang hebat (megathrust).
Dikutip pada 8 Desember 2022 oleh Ayojakarta melalui kanal Youtube TvOneNews dan Narasi Newsroom serta Jurnal Analisis Sistem Peringatan Dini Tsunami di Zona Megathrust Selat Sunda Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional yang diterbitkan tahun 2022, ini penjelasan Megathrust lebih lanjut.
Perlu diketahui, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempabumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempabumi.
Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi.
Menurut Tim Pusat Studi Gempa Nasional wilayah Indonesia dikelilingi oleh 13 zona subduksi (zona Megathrust). yakni :
1. Megathrust Aceh Andaman
2. Megathrust Nias
3. Megathrust Batu
4. Megathrust Mentawai Siberut
5. Megathrust Mentawai Pagai
6. Megathrust Enggano
7. Megathrust Selat Sunda
8. Megathrust Jawa Tengah Jawa Barat
9. Megathrust Jawa Timur
10. Megathrust Sumba
11. Megathrust Sulawesi Utara
12. Megathrus Filipino
13. Megathrust Papua
Megathrust ini dapat menjadi sumber gempa bumi berskala besar, maka dari itu disebut megathrust.
Baca Juga: Tetap Waspada! Gempa Jember Berada di Luar Zona Megathrust, Tetapi Bahayanya ...
Kemudian, menurut Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, Indonesia juga memiliki 295 patahan yang baru dikenali dengan prediksi sebenarnya terdapat lebih dari jumlah yang disebutkan. Sehingga, Indonesia dinilai rawan terjadi gempa bumi.
Lebih lanjut, Daryono juga menjelaskan bahwa tidak ada istilah gempa yang merambat. Memang dikarenakan banyaknya sumber gempa di Indonesia.
"Itu bukan saling picu atau saling merambat, bukan, tetapi karena banyaknya sumber gempa bumi di Indonesia," terang Daryono kepada TvOneNews dikutip pada 8 Desember 2022.
Megathrust dan Tsunami
Penjelasan hubungan antara megathrust dan tsunami, dikutip dari kanal Youtube Narasi newsroom, apabila lempeng samudra dan lempeng benua bertemu atau bertabrakan terjadilah saling tindih.
Hal ini disebut subduksi. Subduksi menyimpan energi yang mana apabila mengalami perlambatan pergerakkan lempeng, dapat mengeluarkan energi besar dalam bentuk gempa bumi berskala tinggi atau megathrust.
Selain itu, juga dapat membentuk patahan, yang akhirnya akan menghasilkan gelombang tsunami.***

Share this article
Ternyata Indonesia Memiliki sebanyak 13 Zona Megathrust yang berpotensi terjadi, berikut daftar dan bahayanya yang wajib diketahui