AYOJAKARTA.COM – Wilayah Indonesia khususnya selatan Jawa dan Barat Daya Sumatera memiliki potensi gempa bumi megathrust yang mampu menimbulkan ancaman tsunami 34 meter.
Namun, masih belum dapat diketahui dengan pasti kapan gempa bumi Megathrust yang berpotensi tsunami 34 meter tersebut terjadi.
Penelitian oleh para pakar hingga kini masih terus dilakukan guna memantau kondisi potensi gempa bumi megathrust dan tsunami 34 meter tersebut.
Peneliti BMKG menyebutkan sudah mengidentifikasi 13 zona megathrust di Indonesia.
Baca Juga: Gempa Megathrust 9,1 M dan Tsunami Dahsyat Mengancam Pulau Jawa, Jakarta Akan Terdampak?
Seperti diungkapkan oleh Pakar Tsunami BRIN, Widjo Kongko yang menanggapi hasil penelitian terbaru dalam jurnal penelitian milik Pepen Supendi dan tim dari BMKG yang berjudul "Natural Hazards".
Jurnal penelitian tersebut berisi tentang potensi tsunami dari gempa megathrust di selatan Pulau Jawa.
Hasil dari penelitian ini yang telah terbit bulan Oktober lalu, menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust dengan magnitude 8.9 dapat berpotensi tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 34 meter.
Potensi tsunami ini patut diwaspadai khususnya bagian Selatan Jawa dan Barat Daya Sumatra, dan perkiraan tsunami akan menjalar melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan Tenggara Timur Sumatra.
Baca Juga: Antusiasme Warga Terdampak Gempa Cianjur Ramai-Ramai Naik Angkot untuk Terima Bantuan dari Presiden
BMKG sendiri pernah mengeluarkan pernyataan jika akan ada potensi gempa besar hingga mencapai magnitudo 9.
Sumber gempa bumi sendiri di Indonesia, menurut Pepen Supendi, dipengaruhi oleh 4 lempeng tektonik utama, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Pilipine.
“Di mana yang menyebabkan adanya tunjaman lempeng atau yang kita kenal dengan istilah zona subduksi sesar aktif,” ujar Pepen, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Kamis, 8 Desember 2022.
Pepen juga menjelaskan jika pada zona subduksi ada bagian yang dikenal dengan zona megathrust itu pada bidang kotak antar lempeng sampai kedalaman sekitar 50 km dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda.
Pepen juga menyebutkan jika di Indonesia ada 13 zona megathrust yang sudah diidentifikasi oleh para ahli.
“Di Indonesia sendiri ada 13 zona Megathrust yang sudah diidentifikasi oleh para ahli. Mulai dari pantai barat Sumatera, kemudian Selatan Jawa, kemudian Nusa Tenggara, Utara Sulawesi, dan Utara Papua,” jelas Pepen.
Pada zona-zona megathrust ini sudah diidentifikasi magnitudo terbesarnya atau maksimumnya yang kemudian dapat terjadi di megathrust tersebut rata-rata di atas 8.
Lebih rinci BMKG diwakili oleh Daryono selaku Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG menyebutkan secara merinci 13 zona megathrust yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Yaitu adalah Megathrust Aceh-Andaman, Nias-Simelue, Batu, Mentawai Siberut dan Mentawai-Pagai.
Baca Juga: Terjebak Gempa di dalam Mobil? Simak Antisipasi Awal yang Sebaiknya Dilakukan
Selanjutnya ada Megathrust Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat-Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumba. Berikutnya adalah megathrust Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua.
Hasil penelitian oleh para pakar harus ditanggapi serius karena dampaknya berpotensi katastropik dan luar biasa.
Daerah tepi pantai di seluruh kepulauan khususnya daerah Jawa dan Sumatera serta negara-negara sekitar Samudera Hindia perlu waspada dan meningkatkan upaya mitigasinya.***

Share this article
Selatan Jawa dan Barat Daya Sumatera memiliki potensi gempa bumi megathrust yang mampu menimbulkan ancaman tsunami 34 meter.