AYOJAKARTA.COM – Gempa Jember yang terjadi akhir-akhir ini menambah runtutan bencana alam yang terjadi di sepanjang Pulau Jawa.
Sebelumnya, beberapa gempa bumi juga telah terjadi di Jawa Barat, khususnya Cianjur yang menjadi pusat perhatian dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, kekhawatiran mulai muncul dari masyarakat, khususnya tentang isu Gempa Megathrust yang baru-baru ini semakin hangat untuk diperbincangkan.
Baca Juga: Potensi Tsunami Akibat Gempa Megathrust M 9,1, Ini yang Mesti Dilakukan Saat Terjadi
Banyak orang yang pada akhirnya menduga-duga, tentang hubungan antara gempa yang terjadi akhir-akhir ini dengan potensi Gempa Megathrust yang mengancam Pulau Jawa.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa Gempa Jember yang berkekuatan 6,0 M dengan kedalaman 10 km merupakan jenis gempa di luar zona subduksi.
Diketahui bahwa gempa ini merupakan gempa yang pusatnya berada di luar zona Megathrust.
Dalam Gempa Jember, pusat gempanya berada di luar sekitar zona pertemuan antar lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,1 dan 3,6 Terjadi di Bali dan Banten, Berikut Penjelasan BMKG
Jadi, Gempa Jember sama sekali tidak berkaitan dengan potensi Gempa Megathrust yang menghantui Pulau Jawa.
Walaupun demikian, Gempa Jember sebenarnya juga berpotensi memicu tsunami yang tak kalah mengerikan.
"Gempa di luar zona subduksi/outer rise selatan Jatim ini patut diwaspadai, meskipun di luar zona megathrust tetapi dengan mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami seperti gempa dahsyat Sumba 1977, yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa selatan," kata Daryono.
Daryono mengungkapkan bahwa Gempa Jember berpotensi mengakibatkan tsunami mematikan, walaupun zonanya kalah populer.
"Padahal, banyak tsunami mematikan akibat ini. Kalah pamor dengan zona megathrust yang sering disebut pakar, media, dan masyarakat kita," kata Daryono.
Di sisi lain, dari hasil permodelan tsunami, gempa bumi yang terjadi di Jember beberapa saat lalu memang tidak menunjukkan potensi tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tutup Daryono.
Gempa Megathrust
Dalam sebuah artikel jurnal yang terbit di nature.com, disebutkan bahwa gempa dengan kekuatan hingga 9,1 Magnitudo berpotensi terjadi di sepanjang wilayah Pulau Jawa.
Gempa Megathrust ini diperkirakan terjadi di area Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.
Gempa Megathrust yang akan terjadi di wilayah Jawa Barat diperkirakan memiliki kekuatan 8,9 M.
Sedangkan untuk Jawa Tengah dan Timur, Gempa Megathrust diperkirakan akan terjadi dengan kekuatan 8,8 M.
Di sisi lain, ada skenario lain ketika kedua gempa tersebut bergabung menjadi satu menghasilkan gempa Megathrust dengan kekuatan 9,1 M.
Tak hanya itu saja, diperkirakan bahwa gelombang tsunami akan terjadi akibat gempa yang sangat dahsyat ini.
Bahkan disebutkan bahwa ketinggian gelombang tsunami bisa menjadi 20 m di beberapa wilayah sekitar pulau Jawa.
Namun, hingga saat ini tidak diketahui kapan gempa tersebut akan terjadi dan mengguncang Pulau Jawa.***

Share this article
Daryono mengungkapkan bahwa Gempa Jember berpotensi mengakibatkan tsunami mematikan, walaupun zonanya kalah populer.