AYOJAKARTA.COM -- Mitigasi bencana gempa memang menjadi hal yang krusial, apalagi gempa bumi telah terjadi di Cianjur dengan magnitudo 5,6 beberapa waktu lalu.
Oleh karenanya, bencana tersebut masih menyisakan duka yang mendalam dan rasa takut terhadap gempa bumi.
Beberapa di antaranya puing-puing sisa bangunan menjadi saksi bisu bagaimana bencana gempa bumi mengguncang tanah dan meruntuhkan bagunan, hal tu menjadi sangat mengerikan.
Baca Juga: Sudah Pernah Terjadi! Begini Akibatnya Jika Sesar Baribis Bergerak
Sementara, diketahui salah satu penyebab potensi gempa sendiri datang dari Sesar Baribis yang aktif di mana sesar tersebut terbentang di selatan Jakarta.
Lantas apa itu sebenarnya Sesar Baribis? Potensi gempa apa yang bisa dihasilkan dan bagaimana cara masyarakat menghadapi kemungkinan terjadi gempa?
Salah satu penelitian terbaru yang dilakukan Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Sri Widiyantoro, disebutkan bahwa Sesar Baribis atau jalur patahan di selatan Jakarta ini adalah sesar aktif dan menyimpan ancaman yang besar.
"Yang kami tidak inginkan tetapi ada potensi yang jarang muncul gempanya itu takutnya sedang mengakumulasi energi, sehingga jika terlepas sekaligus energinya cukup kuat seperti yang terjadi di di Cianjur," kata Sri Widiyantoro, dikutip dari kanal YouTube Harian Kompas pada Rabu, 7 Desember 2022.
Adanya potensi ancaman gempa dari Sesar Baribis juga nyatanya diakui oleh Prof Danny Hilman yang merupakan Ahli Gempa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Ia bersama timnya menemukan bahwa Sesar Baribis merupakan salah satu sesar yang aktif.
"Sesar Baribis itu sudah dikenal sejak lama, cuma dalam beberapa tahun terakhir kita teliti dengan lebih serius dan ternyata ada satu jalur sesar aktif besar di utara Jawa itu yang membentang dari Surabaya ke Semarang dan di Subang. Tapi ternyata masih menerus sampai ke selatan Jakarta," kata Danny Hilman.
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif Ancam Wilayah Jakarta dengan Potensi Gempa Dahsyat!
Danny kemudian juga menambahkan kemungkinan sesar aktif juga akan menerus hingga sampai ke Anyer. Sehingga ia menilai bahwa itu merupakan suatu potensi gempa yang sangat serius, karena sesar tersebut melewati padat penduduk dan infrastruktur.
Sementara itu, dalam sejarah tercatat wilayah Jakarta pernah diguncang gempa pada tahun 1699 dengan magnitudo 8,0 dan pada 1780 dengan magnitudo 7,0.
Oleh karena itu, hal tersebut memberikan kesadaran bagi masyarakat bahwa pentingnya mitigasi bencana terbaik yang dapat dilakukan pemerintah sedini mungkin adalah melakukan penelitian.
Karena penelitian juga merupakan upaya mitigasi terhadap ancaman bencana yang mungkin akan datang. Kendati demikian pemerintah meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan terus waspada akan kemungkinan terjadinya bencana.
Di sisi lain, Sri Widiyanto menyebutkan bahwa masyarakat harus tetap waspada dengan menyadari adanya potensi gempa seperti yang terjadi di Cianjur beberapa waktu lalu. Hal tersebut menurutnya bisa dijadikan pembelajaran yang lebih baik.
"Sebenarnya bukan nakut-nakutin namun mengajak terus waspada, karena kita pun tidak tahu kapan akan terjadi. Sukur-sukur seratus tahun lagi jadi aman kita, tapi kan tidak ada menjamin bisa kapan saja sehingga kewaspadaan dan preparednes persiapan kita harus lebih baik," kata Sri Widiyanto.***

Share this article
Sesar Baribis atau jalur patahan di selatan Jakarta ini adalah sesar aktif dan menyimpan ancaman gempa besar.