AYOJAKARTA.COM – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partai-nya tidak akan berkoalisi dengan partai pendukung Anies Baswedan yakni gabungan partai dari Nasdem, Demokrat, dan PKS.
"Bergabung dengan koalisi maksudnya bergabung dengan yang tidak mengusung antitesa Pak Jokowi," kata Hasto, seperti yang dikutip dari kanal YouTube Kompas Tv, Jumat (24/2/2023).
Hasto pun mengatakan secara blak-blakan bahwa PDIP tidak akan berkoalisi bersama tiga parpol tersebut, ia menegaskan bahwa PDIP akan bekerja sama dengan parpol lain yang mendukung kebijakan-kebijakan Jokowi sebelumnya.
PDIP enggan mendukung Anies Baswedan karena berkaca pada kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, pasalnya ketika Anies Baswedan melanjutkan kepemimpinan Jokowi dirinya tidak melanjutkan kebijakan-kebijakan yang ada. Sehingga era kepemimpinannya pada saat itu PDIP menilai tidak ada kesinambungan.
"Karena faktor-faktor antitesa Pak Jokowi tidak mungkin bergabung. Karena kita lihat dari Jakarta tidak ada kesinambungan ini Mas Djarot (Djarot Saiful Hidayat) saksinya, mana ada kesinambungan. Dari gubernur saja udah antitesa banyak kebijakan Pak Jokowi yang tidak dilanjutkan apalagi nanti kebijakan-kebijakan untuk yang lebih besar karena politik ini dimulai dari hal yang lebih kecil," tegas Hasto.
Kendati begitu, PDIP menyebutkan akan bekerjasama dengan partai politik lainnya yang mendukung semangat gotong royong dan juga mendukung kebijakan kepemimpinan Jokowi sebelumnya.
"Kami akan bekerja sama dengan partai-partai yang lain dan kemudian mendorong semangat gotong royong itu tinggal nanti dialognya siapa capres dan cawapres," ucap dia.***

Share this article
PDI Perjuangan secara tegas menolak berkoalisi dengan 3 partai Pengusung Anies Baswedan. Ternyata ini alasannya!