AYOJAKARTA.COM - Kabar meninggalnya Mochamad Indra Wijaya alias Prada Indra membuat masyarakat menilai ini serupa dengan kasus Brigadir J yang sampai saat ini proses hukumnya masih berjalan.
Ini disebabkan banyaknya kejanggalan dan misteri mulai dari pengantaran jenazah Prada Indra.
Salah satunya mengenai luka-luka yang terdapat pada jasad hingga surat kaleng yang keluarga Prada Indra terima tentang permintaan visum.
Baca Juga: Prada Indra Tewas Tidak Wajar di Papua, Keluarga Korban Hanya Dikabari Melalui WhatsApp
Disampaikan kepada keluarga bahwa meninggalnya Prada Indra disebabkan karena kelelahan setelah berolahraga.
Dilansir AyoJakarta.com dari suara.com, Prada Indra adalah Tamtama yang merupakan salah satu anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak, Papua. Dirinya bertugas di Sekretariat Makoopsud III Biak.
Kabarnya Indra ditemukan dalam kondisi pucat dan kaku di kamar mess pada Sabtu (10/11/2022) dini hari pukul 01.00 WIT, yang mana malam sebelumnya Indra bermain futsal.
Indra segera dilarikan ke Rumah Sakit Lanud, Manuhua, Biak, Papua dan dinyatakan meninggal disana.
Kabar duka ini diterima oleh keluarga almarhum melalui pesan singkat WhatsApp dari Kolonel Adm Veradiyanto yang merupakan atasan Indra. Pesannya diterima keluarga pada pukul 02.25 WIB, Sabtu (19/11/2022).
Kejanggalan pertama yang muncul adalah kabar duka yang diterima keluarga tidak menjelaskan penyebab kematian Indra.
Baca Juga: Reaksi Tak Wajar Mayor Adm Triyanto Saat Keluarga Minta Jenazah Prada Indra Diautopsi: Maaf...
Kejanggalan berikutnya adalah ketika keluarga melakukan video call untuk melihat almarhum, jasad Indra ternyata sudah diformalin tanpa menunggu persetujuan dari keluarga.
Kemudian tiba-tiba salah satu pihak keluarga mendapatkan surat kaleng dari seseorang yang mengaku mengenal Prada Indra. Isi surat kaleng tersebut adalah meminta keluarga indra untuk melakukan visum mandiri.
Dalam suratnya juga terdapat larangan melakukan visum pada RS AU (Angkatan Udara). Surat ini diterima melalui pesan di Facebook.
Baca Juga: Janggalnya Kematian Prada Indra: Bolehkan Keluarga Buka Peti Jenazah namun Tidak Dikasih Kuncinya
Penerimaan surat ini adalah sebelum jenazah Indra tiba di rumah duka yaitu di Karawaci, Tangerang Kota, Banten.
Tidak berhenti sampai disitu saja, kejanggalan selanjutnya muncul ketika peti jenazah tiba dengan keadaan sudah digembok dan tidak terdapat kunci untuk membuka.
Keluarga Indra lalu melakukan pembukaan paksa ke peti jenazah dan mendapati jasad Indra penuh darah di bagian wajah dan beberapa luka lebam di bagian tubuh.
Baca Juga: Kematian Prada Indra Janggal, Sempat Kirim Pesan Misterius Begini ke Keluarganya
Pada panggilan video yang pihak keluarga lakukan juga terdapat perintah aneh dari atasan Indra untuk segera menguburkan jenazah.
Mayor Adm Triyanto yang bertugas mengantar jenasah Indra ke rumah duka mengaku tidak mengetahui bagaimana kronologi kematian Indra. Namun dirinya bereaksi tidak wajar ketika keluarga Indra meminta izin untuk melakukan autopsi.
Karena hal-hal janggal tersebut maka keluarga menyimpulkan adanya dugaan penganiyaan terhadap Prada Indra, dan memutuskan untuk mengikuti permintaan dari surat kaleng yang diterima untuk melakukan visum mandiri.
Saat ini keluarga masih menunggu hasil visum, dan 4 anggota TNI AU sudah ditahan untuk dimintai keterangan perihal kejanggalan-kejanggalan yang ada.
Banyaknya kejanggalan yang ada membuat masyarakat teringat kasus pembunuhan Brigadir J yang juga menyimpan banyak misteri.
Jika dugaan penganiayaan terbukti benar maka para atasan Indra akan ikut terseret ke dalam kasus ini karena tidak memberitahukan kebenaran dari awal.***
*Disclaimer: Artikel ini sebelumnya tayang di suara.com dengan judul "Profil Prada M Indra Wijaya, Tamtama TNI AU Biak yang Kematiannya Disebut Mirip Brigadir J"

Share this article
Misteri kematian Prada Indra yang diduga akan jadi the next kasus Brigadir J, banyak sekali kejanggalan.