Fakta-fakta Tentang Ismail Bolong yang Sempat Ngaku Setor Rp6 Miliar Hasil Tambang Ilegal ke Kabareskrim

Fakta-fakta Tentang Ismail Bolong yang Setor Rp6 Miliar Hasil Tambang Ilegal Ke Kabareskrim
Fakta-fakta Tentang Ismail Bolong yang Setor Rp6 Miliar Hasil Tambang Ilegal Ke Kabareskrim

AYOJAKARTA.COM - Beredar isu seorang mantan anggota Polri bernama Ismail Bolong yang mengaku dirinya pernah menyetorkan uang sejumlah Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri Kalimantan Timur.

Pasalnya sejumlah uang yang fantastis itu diketahui hasil tambang batu bara yang tidak memiliki surat izin penambangan.

Berikut lima fakta Ismail Bolong yang mencabut pernyataannya bahwa telah menyetorkan Rp6 miliar dalam videonya yang viral.

Baca Juga: Mengejutkan! Ismail Bolong Minta Maaf Pada Kabareskrim dan Mengaku Diintimidasi Hendra Kurniawan

1. Pernah jadi anggota Polri

Dilansir dari sumsel.suara.com, diketahui Ismail Bolong pernah menjabat sebagai anggota Polri.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Kapolresta Samarinda Komisaris Besar yakni Ary Fadli.

Namun, Ismail Bolong telah mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai Polri sejak April 2022.

Baca Juga: Ismail Bolong Minta Maaf Usai Mengaku Setor Uang Milliaran ke Petinggi Polri, Warganet Sebut Ada Intimidasi

2.Cukup aktif bergabung di bisnis tembang ilegal

Ismail Bolong disebutkan menjadi anggota polisi yang cukup aktif menekuni bisnis tambang batu bara.

Ismail tinggal di kawasan Santa Ulu, Kabupaten Kartanegara, Kalimantan Timur dimana wilayah tersebut masuk kedalam wilayah hukum Polres Bontang pada periode Juli 2020 hingga November 2021.

Mantan anggota Polri ini ditetapkan sebagai Ketua Dewan PP Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kalimantan Timur pada 12 Februari 2022 lalu.

Baca Juga: CEK FAKTA: Klarifikasi Ismail Bolong Soal Batubara Ilegal yang Ditekan Hendra Kurniawan, Benarkah?

Ia mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara secara ilegal dan menerima keuntungan berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar tiap bulannya.

"Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah kalimantan timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul, dan kegiatan tersebut tidak dilengkapi surat izin penambangan," ujar Ismail Bolong.

Baca Juga: Sisi Lain Ismail Bolong, Kurir Uang 6 Miliar Hasil Tambang Batubara Ilegal yang Punya Jabatan Keren

3. Telah setor Rp6 miliar

Ismail Bolong juga menyatakan dirinya telah menyetor uang sejumlah Rp6 miliar kepada petinggi Kabareskrim Polri tersebut.

Setoran tersebut dirinci yakni sebanyak tiga kali pemberian pada September hingga November 2021 dengan masing-masing nilai Rp2 miliar per bulannya.

Pengakuan Ismail Bolong tersebut viral di media sosial hingga baru-baru ini diketahui oleh Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Baca Juga: Ismail Bolong Korban Perang Bintang di Tubuh Polri hingga Mafia Tambang, Begini Kata Mahfud MD dan Ahli Hukum

"Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke Bapak Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali," dikutip ayojakarta.com melalui laman sumsel.suara.com, Ismail Bolong mengungkap faktanya dalam video tersebut.

Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar," sambung Ismail dalam videonya yang viral.

Baca Juga: Siapa Ismail Bolong? Pengusaha Batu Bara yang Ngaku Dapat Tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan, Ini Profilnya

4. Klarifikasi Ismail Bolong

Setelah video viral tersebut, Ismail membuat video klarifikasi dengan mencabut pengakuannya pada video sebelumnya.

Ismail mengaku terkejut video yang dibuatnya pada Februari 2022 lalu menjadi viral di media sosial.

Dalam video terbarunya, Ismail membantah bahwa pernyataan dirinya telah menyetorkan uang sejumlah Rp6 miliar itu tidak benar.

Baca Juga: Sempat Geger soal Bisnis Tambang Batu Bara, Ismail Bolong Beri Pengakuan: Saya Ditekan Hendra Kurniawan

5. Penyelidikan video Ismail Bolong

Sejauh ini video yang dibuat Ismail Bolong masih didalami pihak Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Yusuf Sutejo.

Namun, tanggal 5 November 2022 muncul video Ismail Bolong mengajukan permohonan maaf pada Kabareskrim Polri.

Ismail membuat video tersebut dalam kondisi tertekan dan mengaku pernyataan pada video sebelumnya tidaklah benar.***

*Discalimer: Artikel ini pernah tayang sebelumnya di sumsel.suara.com yang berjudul "5 Fakta Ismail Bolong: Mantan Polisi Mengaku Setor Miliaran Rupiah ke Petinggi Polri, Uang Tambang Batu Bara Ilegal"

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kabareskrim
# Ismail Bolong
# Polri
# tambang
# batu bara

News Update

Metropolitan

Rano Karno Resmikan Bus Open Top Tour Jakarta Batavia, CEK Tarif dan Rutenya!

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi meluncurkan operasional bus Transjakarta Open Top Tour rute Jakarta Batavia di Jalan Kali Besar Barat, Tambora, Jakarta Barat, Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Peringati Hari Anak Nasional, PT TransJakarta Gelar Acara Tahunan 'Merakids 2026' Kenaikan Budaya Bertransportasi Publik

Dalam rangka memperingati Hari Anak NNasional, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar program tahunan bertajuk 'Merakids 2026: Bermain, Belajar, dan Berpetualang' pada Kamis, 23 Juli 2026.

Nasional

BRI Peduli Dorong Semangat Belajar Anak Indonesia Melalui Program Ini Sekolahku

BRI Peduli memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan kelas inspirasi dan penguatan Program Ini Sekolahku di enam sekolah.

Ekonomi

Siapa Saja Pemegang Saham Utama di Balik Kredivo Group?

Kredivo dikuasai FPL Capital (85%) dan PT Wanteg Selaras Alam (15%). Didirikan Akshay Bhargava dan dipimpin Dirut Umang Rustagi, aset Kredivo tembus Rp1,49 T dengan ekuitas Rp414,49 M di akhir 2025.

News

Targetkan 35.624 KDKMP di Akhir Tahun 2026, Zulhas: Skema Penyaluran Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

Instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ekonomi

Kredivo Temui OJK Usai DC Ketahuan Lecehkan Nasabah

Kredivo investigasi dugaan pelecehan oleh oknum debt collector mitra (PT Danakirti Arta Kirana). Hasilnya resmi dilaporkan ke OJK pada 23 Juli 2026 demi pastikan penagihan tegas dan sesuai aturan.

News

Sudah Tahu? Ada Rentetan Aksi Unjuk Rasa Berjilid Sejak 20 Juli 2026 di DKI Jakarta: Tuntutan MBG hingga Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah!

Tak banyak diliput oleh media namun ramai di media sosial, sejumlah titik di wilayah Jakarta diwarnai oleh gelombang aksi unjuk rasa sejak Senin, 20 Juli 2026.

Jakarta Selatan

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Walkot Jaksel Syafrin Liputo Pastikan KBM Tetap Berjalan!

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi peserta didik di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan dengan baik pasca insiden robohnya bangu

News

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini, Polisi Kerahkan 900 Personel hingga Rekayasa Lalu Lintas Situasional!

Sebanyak 900 personel gabungan disiagakan guna mengawal aksi demonstrasi yang akan berlangsung di dua titik wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis, 23 Juli 2026.

Bekasi

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Jakarta Pusat

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini: Mahasiswa hingga Ojol di 2 Titik Berbeda Gambir dan Kawasan DPR RI!

Setidaknya dua aksi unjuk rasa besar yang digelar oleh aliansi mahasiswa dan massa ojek online (ojol) di sejumlah titik di Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Pipa Sempat Bocor, PAM Jaya Pastikan Layanan Air Bersih di Jalan Simatupang Berfungsi Kembali!

Layanan air bersih untuk warga di wilayah terdampak kebocoran pipa di Jalan TB Simatupang kini telah kembali pulih.

Bekasi

Mendukung Wajah Baru TPST Bantargebang, Saatnya Warga Jakarta Pilah Sampah dari Dapur

Pemprov DKI beralih ke controlled landfill di Bantargebang dengan pasang geomembran cegah air lindi. Target bebas open dumping 2029 ini butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

Cegah Bahaya Pemukiman Padat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bangun Budaya Sadar Bencana di Tangerang

Pertamina Patra Niaga Regional JBB luncurkan SAHABAT SIAGA di Tangerang! Warga Mekarsari dilatih simulasi kebakaran dan gempa.

Jakarta Selatan

Soal Perbaikan Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jaksel, Pramono Buka Opsi Gunakan Dana KLB, Apakah Itu?

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara terkait kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Kerap Jadi Biang Kemacetan di Kawasan Cakung-Cilincing, Pemprov DKI Gratiskan Truk Kontainer Parkir di Terminal Tanah Merdeka!

Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat guna mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Cakung-Cilincing.

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.