AYOJAKARTA.COM - Nama Ismail Bolong belakangan ini tengah viral.
Sosok Ismail Bolong mencuat tatkala beredar video terkait dirinya yang memberikan setoran dana senilai Rp 6 miliar ke Kabareskrim Polri.
Setoran dari Ismail Bolong itu diinformasikan berkaitan dengan tambang ilegal.
Bahkan dalam video yang viral tersebut Ismali Bolong mengaku juga mendapat keuntungan.
Jumlah keuntungan yang diterima Ismail Bolong tersebut juga sangat fantastis yakni Rp 5-6 miliar per bulannya.
Namun disaat video pengakuan dirinya setor uang tambang ilegal tersebut terus terus viral, Ismail Bolong memberikan pengakuan yang mengejutkan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Klarifikasi Ismail Bolong Soal Batubara Ilegal yang Ditekan Hendra Kurniawan, Benarkah?
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Jurnal 99 pada (6/11), menginformasikan klarifikasi dari Ismail Bolong tersebut.
Dalam unggahan video di akun Youtube tersebut Ismail Bolong menuturkan bahwa video pengakuan dirinya setor uang ke Bareskrim tersebut tidaklah benar.
Ismail Bolong bahkan membuat pengakuan jika video tersebut dibuat karena intimidasi dari terdakwa Hendra Kurniawan.
Baca Juga: Sisi Lain Ismail Bolong, Kurir Uang 6 Miliar Hasil Tambang Batubara Ilegal yang Punya Jabatan Keren
“Ya saya kaget ya viral sekarang saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri memeriksa saya untuk mau memiliki testimoni kepada Kabareskrim dengan penuh tekanan dari Pak Hendra (Brigjend Hendra)” jelas Ismail.
Bahkan Ismail Bolong menuturkan bahwa dirinya juga sempat diancam, “Pada saat itu saya komunikasi melalui hp melalui anggota Paminal dengan mengancam akan membawa ke Jakarta kalau tidak mau melakukan testimoni”
Ismail Bolong menceritakan detail kejadian intimidasi pembuatan video tersebut.
“Pada saat itu di Polda mulai pukul 22.00 WITA sampai pukul 02.00 pagi” tutur Ismail.
Lebih lanjut ia menceritakan, “Habis itu saya gak bisa bicara tetap diintimidasi sama Brigjend Hendra pada saat itu”
Dalam klarifikasinya, Ismail Bolong menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang sama sekali kepada Kabareskrim.
“Saya gak pernah memberikan uang kepada Kabareskrim apalagi pernah saya ketemu Kabareskrim” ungkap mantan anggota polisi tersebut.
“Saya minta maaf kepada Pak Kabareskrim atas berita yang viral sekarang” imbuhnya.
Ismail Bolong juga menjelaskan bahwa karena kejadian intimidasi tersebut akhirnya ia memutuskan untuk pensiun dini dari anggota kepolisian.
“Eh setelah kejadian itu saya pertimbangkan bahwa saya segera pensiun dini melihat situasi ini dengan adanya kejadian pada saat Bulan Februari mengintimidasi saya” jelas Ismail Bolong.
“saya mengajukan pensiun dini bulan empat saya mengajukan pensiun dini, bulan Juli tanggal satu sudah disetujui” tegas Ismail Bolong.***

Share this article
Permintaan maaf Ismail Bolong kepada Kabareskrim dan mengejutkannya mengaku diintimidasi oleh Hendra Kurniawan.