AYOJAKARTA.COM--Dedi Mulyadi beberkan sosok wanita yang menurutnya istimewa.
Disebut wanita istimewa, lantaran Dedi Mulyadi memiliki tolak ukur tersendiri.
Wanita istimewa di mata Dedi Mulyadi, digambarkan dalam sebuah filosofi.
Baca Juga: Pinta Dedi Mulyadi ke Anak Pertamanya Usai Digugat Cerai Istri: Sayangi Embu Sepenuh Hati
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Juragan 77, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa wanita sunda istimewa dilihat dari kancing pakaiannya.
Kancing adalah bagian penting dari pakaian wanita dalam menjaga kehormatan.
Jika seorang wanita memperlihatkan kancing bajunya yang terbuka, maka ia sama saja tengah mempertontonkan harga dirinya.
Baca Juga: Nyesek! Istri Dedi Mulyadi Tak Hiraukan Kehadiran dan Jabatan Tangan Suaminya Malah Asyik Main HP
Bagi Dedi Mulyadi, wanita Sunda adalah istimewa. Ia mengibaratkan bahwa wanita Sunda adalah kancing yang mengikat pakaian.
Filosofi Dedi Mulyadi ini tentu berkaitan dengan kehormatan dan harga diri wanita.
Dedi Mulyadi menjelaskan jika kancing dalam suatu pakaian sudah lepas, terlebih jika dilepas oleh tangan yang orang lain yang tidak berhak, maka kehormatan sang wanita akan ikut jatuh.
Berbeda dengan ikat kepala yang diibaratkan sebagai kehormatan laki-laki Sunda.
Dedi Mulyadi menuturkan wanita Sunda ada pada filosofi Sunda yang berbunyi “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”.
Simbol feminim bagi seorang wanita Sunda adalah kancing, sedangkan symbol maskulin laki-laki Sunda adalah ikat kepala.
Kancing diibaratkan sebagai perempuan yang harus menjaga mahkotanya secara pageuh, yang artinya kuat.
“Harus dikancingkan. Gak boleh itu benangnya lepas,” tutur Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa wanita Sunda akan mengancingkan bajunya sampai dada sebagai bentuk komitmen wanita Sunda dalam menjaga kehormatannya.
Apabila satu kancing lepas atau terbuka, maka kehormatan sang wanita runtuh di hadapan laki-laki yang berprinsip keilmuan dan keimanan.
“Kalau kancingnya lepas, itu tandanya sudah hilang kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas,” ucapnya.
Akan tetapi, Dedi Mulyadi berujar bahwa akan lebih buruk apabila kancing wanita Sunda dilepaskan oleh pria lain yang tidak berhak.
Menurut Dedi Mulyadi, hal tersebut adalah berbahaya.
“Tapi yang bermasalah kalau kancingnya (kehormatan) lepas oleh tangan orang lain,” ujarnya.
“Yang bukan haknya, itu berbahaya,” tutupnya.***

Share this article
Dedi Mulyadi mengungkapkan sosok wanita istimewa di matanya, ada kaitannya dengan kancing baju, simak filosofinya berikut!