Polisi Tetap Ngotot: Gas Air Mata Bukan Jadi Penyebab Korban Jiwa Di Tragedi Kanjuruhan!

Sujud Massal Minta Maaf, Polri Kekeh Gas Air Mata Bukan Penyebab Kematian Tragedi Kanjuruhan
Sujud Massal Minta Maaf, Polri Kekeh Gas Air Mata Bukan Penyebab Kematian Tragedi Kanjuruhan

 
AYOJAKARTA.COM — Sudah dua minggu sejak tragedi kanjuruhan terjadi, kini masih membekas dalam benak para korban dan para keluarga korban jiwa yang ditinggalkan.
 
Meski demikian penyebab dibalik tragedi Kanjuruhan masih belum menemui titik terang, melalui pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa gas air mata tidak bisa dijadikan alasan atas terjadinya peristiwa yang menelan ratusan korban jiwa dan dua anggota kepolisian.
 
Dilansir Ayojakarta.com dari Republika dalam artikel yang berjudul “Kesimpulan Polri Kompak Dibantah: Gas Air Mata Juga Bisa Mematikan” pada (12/10/2022) menyebutkan bahwa Amnesty Internasional Indonesia membantah pihak kepolisian dan menilai bahwa gas air mata bisa membunuh orang.

 
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyimpulkan bahwa pernyataan kepolisian terkait korban yang tewas dalam tragedi kanjuruhan tidak disebabkan oleh gas air mata adalah kesimpulan yang prematur.
 
Usman menilai bahwa Kadiv Humas Polri tersebut tidak empatik, dan mendahului proses investigasi yang masih berlangsung.
 
Kemudian Usman menjelaskan terkait gas air mata yang secara pedoman internasional bukan lah tergolong senjata yang mematikan atau disebut non-lethal weapon.
 
“Dalam beberapa pedoman internasional, gas air mata memang tidak lagi tergolong senjata yang ‘tidak mematikan’ atau non-lethal weapon,” ujar Usman
 
Berdasarkan pedoman tersebut menurutnya jenis senjata gas air mata itu memang dinilai kurang mematikan, namun dapat menimbulkan efek luka hingga berakibat kematian.
 
 
“Jenis senjata ini juga sudah dinilai sebagai senjata yang ‘kurang mematikan’ atau less-lethal weapon. Tapi sejumlah pengalaman menunjukkan efek luka yang fatal dan bahkan berakibat kematian," tambahnya
 
Di samping itu pada saat kejadian terjadi gas air mata ditembakan kearah ribuan penonton di atas tribun hingga membuat ribuan orang panik dan berlari berhamburan ke arah akses jalan keluar, sedangkan pintu keluar dalam keadaan terkunci sehingga akses penyelamatan pun tertutup.
 
Berdasakan kejadian tersebut Usman menilai gas air mata yang semula tidak mematikan, justru menjadi penyebab atas banyaknya korban jiwa dalam tragedi kanjuruhan tersebut.
 
Selanjutnya Usman meminta kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta dapat segera menemukan titik terang dari penyebab peristiwa itu terjadi dengan menulusuri jenis gas air mata yang digunakan oleh pihak kepolisian.
 
 
"Kami mendesak agar Tim Gabungan Independen Pencari Fakta agar menelusuri apakah gas air mata yang dipakai polisi merupakan jenis CN (chloracetanophone) atau CS (chlorobenzalmonolonitrile). Efek jenis CS bisa lima kali lipat, jadi memang bisa mematikan," ungkapnya.
 
Selain itu Usman menggatakan meski senjata gas air mata tidak didesain untuk membunuh, namun apabila digunakan dengan konteks dan cara yang keliru dapat menjadi senjata yang mematikan.
 
Kendati demikian menurut Usman dalam penggunaannya harus tetap memperhatikan empat prinsip yakni legalitas, nesesitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas.
 
Disisi lain, diketahui bahwa FIFA sendiri telah melarang adanya penggunaan gas air mata apalagi ditembakan ke arah penonton di tribun.
 
 
Sedangkan pernyataan yang dilayangkan oleh Kadiv Humas Polri sebelumnya dinilai sebagai sikap pembelaan diri, yang malah semakin melukai perasaan publik yang tengah berduka.
 
Meski pihak kepolisian telah meminta maaf dengan mengelar aksi bersujud oleh sederet anggota polri di Malang, Jawa timur pada beberapa waktu lalu, nyatanya tindakan itu malah dinilai tidak ada artinya bagi publik.
 
Masyarakat hanya meminta adanya proses hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya terkait tragedi kanjuruhan yang terjadi tersebut. ***
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# korban jiwa
# gas air mata
# Kanjuruhan
# polisi

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.