AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J tampaknya semakin melebar dan berjalan lamban.
Terkait isu pelecehan seksual yang pernah dilaporkan Putri Candrawathi karena ulah Brigadir J awalnya sempat ditutup beberapa saat, namun kini kasus tersebut kembali digaungkan.
Baca Juga: Polri Bantah Isu Kakak Asuh Ferdy Sambo, Kadiv Humas: Hanya Dugaan
Seluruh tersangka dimintai keterangan atas kejadian baik itu terjadi di Magelang, maupun di Duren Tiga.
Kali ini, tim penyidik mendapatkan keterangan baru dari tersangka Bripka RR yang ikut memberikan pengakuannya tentang apa yang dirinya lihat selama di Magelang.
Selain ditetapkan sebagai tersangka, Bripka RR juga menjadi saksi kunci di Magelang yang justru memberikan pengakuan berbeda dengan apa yang disampaikan Putri Candrawathi.
Baca Juga: Masih Belum Ditahan, Diduga Putri Candrawati Punya Bekingan Kuat hingga Status Anak Jenderal TNI
Menurut Bripka RR, dirinya justru melihat Brigadir J dan Kuat Maruf bertengkar lantaran dituduh melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.
Karena tidak terima dituduh telah melakukan pelecehan terhadap Putri, Brigadir J akhirnya berbalik marah dan mencoba untuk menghindar dari Kuat Maruf.
Namun, Bripka RR yang berada di lokasi pada saat itu mendapati perintah dari Putri Candrawathi untuk membawa Brigadir J ke kamar istri Sambo.
Karena masih dalam emosi, Brigadir J berusaha untuk menolak menghadap Putri ke kamarnya lantaran dituduh telah melakukan pelecehan.
Namun, karena perintah sang majikan, Bripka RR terus membujuk Brigadir J agar mau menemui Putri Candrawathi di kamar.
Setelah berhasil dibujuk, kemudian Brigadir J berusaha untuk menemui Putri di kamarnya karena terus diminta Bripka RR.
Adapun keterangan dari Bripka RR yang cukup mengagetkan adalah saat terjadinya pertengkaran di antara Kuat dan Brigadir J, Kuat bahkan sempat menyiapkan pisau.
Baca Juga: Banding Ditolak Ferdy Sambo Melawan, Gugat Polri Ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
Hal tersebut disampaikan oleh pengacaranya, Erman Umar, yang mendapatkan informasi tersebut langsung dari Bripka RR.
Ketika itu, dijelaskan juga jika Brigair J dan Bripka RR sempat sama-sama menemui Putri Candrawathi di kamarnya.
Bahkan suara tangisan yang diduga dari kamar Putri Candrawathi rupanya berasal dari ART Putri dan Sambo, yakni Susi.
Baca Juga: Putri Candrawathi yang Tak Kunjung Dipenjara, Kejagung: Jangan Berandai-andai
Hal tersebut juga dipacu dengan kondisi emosional Kuat yang tampak masih marah-marah.
Seketika Bripka RR bertanya pada Kuat, apa yang terjadi, dan Kuat menjawab jika Brigadir J telah melakukan tindakan yang tercela kepada Putri Candrawathi.

Share this article
dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi dihembuskan lagi, kini bripa RR memberikan kesaksian tentang kejadian di Magelang