AYOJAKARTA.COM - Hacker Bjorka merupakan sosok yang membuat heboh masyarakat Indonesia karena aksinya meretas data-data penting.
Sampai saat ini Hacker Bjorka ini masih terus menjadi perbincangan publik.
Sosok Bjorka juga masih terus menjadi pertanyaan dalam benak semua orang.
Siapakah sebenarnya Bjorka ini dan apa tujuan dari aksinya meretas situs-situs penting di institusi Indonesia masih menjadi misteri hingga saat ini.
Bahkan meskipun saat ini pemerintah sudah membentuk tim khusus, namun sepertinya hal tersebut belum juga membuahkan hasil.
Baca Juga: Tanggapi Soal Larangan Orang Luar Jawa Nyapres, Fadli Zon Sindir Luhut Binsar Soal Politik Identitas
Kehadiran sosok Bjorka di tengah-tengah masyarakat ini sudah tentu menimbulkan pro dan kontra.
Banyak yang mengelu-elukan sosok Bjorka sebagai pahlawan tanpa rupa karena aksinya mengungkap rahasia kasus-kasus besar negara kita yang selama ini ditutup-tutupi.
Namun di sisi lain banyak juga yang menyebut Bjorka ini merupakan penjahat cyber dan sangat merugikan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kamar Jeri pada (23/9/2022), sosok white hacker Putra Aji menegaskan jika aksi Bjorka ini sama sekali tidak pantas disebut pahlawan.
Hacker yang terkenal karena pernah meretas NASA ini membeberkan bahwa sosok Bjorka sebenarnya sudah lama terkenal di lingkungan para hacker utamanya lingkungan Putra Aji.
Lebih lanjut, Aji menjelaskan jika sosok Bjorka ini sebenarnya mendapatkan data-data penting yang ia retas dengan membeli dari market place di situs dark web.
Baca Juga: Viral Video Sekelompok Pemuda Pancasila Larang Nelayan Beli Bensin di SPBU Pesisir Selatan Sumbar
Sepengetahuan white hacker berusia 18 tahun tersebut, Bjorka sudah lama bermain dalam situs dark web tersebut.
“Kemungkinan ya Bjorka itu reseller,” ucap Aji.
“Kenapa gua bisa bilang gitu karna data-data tersebut sudah ada di forum sebelumnya dengan format sama hanya usernya yang beda," tambahnya.
Namun menurut Aji kemungkinan ada juga data-data yang memang dihack sendiri oleh Bjorka kemudian digabung dengan database yang ia beli dari dark web.
Terkait aksi Bjorka tersebut, Aji memberikan pendapat menurutnya kurang tepat jika Bjorka dianggap sebagai pahlawan.
Menurut Putra Aji data base yang dibocorkan oleh Bjorka tersebut sifatnya merupakan data pribadi.
Sehingga otomatis yang kena dampaknya bukan lembaga melainkan diri pribadi masing-masing atau para masyarakat.
Kemudian data tersebut diperjualbelikan dan tidak ada yang tahu oknum yang membeli data seperti Bjorka ini tujuannya untuk apa.
Apakah data yang diretas itu akan disalahgunakan atau tidak oleh si peretas. ***

Share this article
Berikut alasan white hacker Putra Aji menyebut Bjorka tak pantas disebut pahlawan, ternyata karena hal ini.