AYOJAKARTA.COM – Munculnya istilah 'partai biru' dalam pusaran kasus dugaan ijazah palsu, merupakan isyarat kondisi Jokowi yang semakin ambigu.
Desakan kenyataan yang semakin menemui kebenaran faktual mengenai ijazah palsu, membuat Jokowi mengeluarkan istilah partai biru.
Meski istilah partai biru muncul pertama kali dari pendukung Jokowi yang menolak pembuktian ijazah palsu, namun kalimat tersebut tidak mungkin hadir tanpa ada pemikir.
Baca Juga: Penting! BMKG dan BNPB Ingatkan Dampak Gempa Rusia M8,7 di Deretan Wilayah Indonesia Ini
Terkait dengan sosok pemrakarsa yang telah menetaskan istilah tersebut, Jokowi sendiri merupakan sosok yang paling memungkinkan.
Masa lalunya sebagai Presiden yang disebut-sebut ingin menguasai Partai Demokrat melalui tangan Moeldoko, ditengarai sebagai penyebabnya.
Terlebih, SBY yang merupakan Tokoh Penting dalam Partai Demokrat juga dikenal karena sikap kritisnya mengenai Matahari Kembar.
Keterlibatan sosok Roy Suryo dalam kasus ijazah palsu dan sempat menjadi bagian dari Partai Demokrat, ditengarai merupakan variabel lain yang perlu diperhatikan.
Pernyataan terkait dugaan keterlibatan Partai Demokrat sebagai nama lain dari Partai Biru tersebut, merupakan pandangan Roy Suryo.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Roy memastikan bahwa seluruh tudingan tersebut tidaklah benar.
Selain karena sudah tidak lagi tercatat sebagai kader partai, Roy Suryo memastikan bahwa komitmen terhadap nilai kebenaran dan kejujuran merupakan pondasi perjuangannya.
Baca Juga: Harga Rp2Jutaan, 7 Daftar Perangkat HP Kelas Menengah yang Paling Banyak Diincar!
Pernyataan mengenai keterlibatan partai biru dalam pusaran kasus ijazah palsu, menurut Roy justru membuat Jokowi memiliki banyak musuh.
“Kalau kasus ijazah palsu dikaitkan dengan politik, ini malah menambah musuh, nanti Jokowi tambah stress,” jelas Roy dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV.
Menyikapi semakin liar dan berkembangnya bola api mengenai keterlibatan partai biru, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep ikut memberi pernyataan.
Menurut Kaesang, penyebutan istilah partai biru dalam kasus Ijazah Palsu tidak pernah lahir atau terucap dari Jokowi yang merupakan Orang Tuanya.
Hubungan antara keluarga Jokowi dengan SBY yang disebut-sebut sebagai Orang Besar, menurut Kaesang dalam jalinan yang baik-baik saja sehingga tidak perlu dipersoalkan.
Pandangan mengenai dugaan keterlibatan partai biru dalam ijazah palsu, juga sempat dipertanyakan oleh Bossman Mardigu Wowiek.
Melalui kanal Youtube-nya, Bossman berargumen keterlibatan partai biru dan bantuan PDIP merupakan drama serial terpanjang.
Dugaan terjadinya perselisihan yang melibatkan Presiden Megawati, SBY dan Presiden Jokowi merupakan bentuk cinta kasih orang tua terhadap anaknya.
Menghadapi kondisi saat ini yang sulit mencari pekerjaan, sebagai orang tua sudah selayaknya para mantan Presiden berusaha mencarikan posisi untuk anak-anaknya.
Terlebih antara Puan Maharani, AHY serta Gibran Rakabuming juga memiliki syarat untuk bisa menggantikan Presiden Prabowo di masa depan. ***
Share this article
Munculnya istilah Partai Biru dalam pusaran kasus dugaan Ijazah Palsu, merupakan isyarat kondisi Jokowi yang semakin ambigu.