AYOJAKARTA.COM - Fakta terkait kasus pembunuhan Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat terus bergulir.
Tabir pembunuhan ini telah terungkap di mana pelaku utamanya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo yang merupakan atasan Brigadir J.
Sampai saat ini jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J semakin bertambah banyak.
Dari 56 anggota polri yang diperiksa ada 31 orang yang melanggar kode etik dalam kasus tewasnya Yosua di rumah Ferdy Sambo.
Namun rasa penasaran terhadap kasus pembunuhan ini semakin menjadi.
Pembunuhan yang dilakukan secara keji terhadap bawahan Sambo ini membuat semua orang ingin tahu apa motif utama di balik semua drama skenario yang sudah disusun secara apik dan terlihat ditutup-tutupi dari awal kasus ini terkuak.
Baca Juga: Viral Foto Transformasi Wajah AKP Rita Yuliana, Bukti The Power Of Skincare
Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo diketahui sudah memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir Yosua Hutabarat sampai meninggal.
Dikutip AyoJakarta.com dari suara.com Kamis (11/8/2022), Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya menyebut motif Irjen Ferdy Sambo melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J.
Mahfud MD menyampaikannya pada jumpa pers yang disiarkan YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (9/8/2022).
"Soal bukti pembunuhan Brigadir J ini, biar dikonstruksi hukumnya. Karena kasus ini sensitif dan hanya boleh didengar oleh orang dewasa saja," kata Mahfud MD.
"Yang kedua adanya perselingkuhan empat segi, dalam hal ini siapa yang bercinta dengan siapa, lalu yang ketiga adanya pernyataan muncul karena diperkosa, usaha melakukan pemerkosaan ini kemudian ditembak, itu kan sensitif jadi yang buka jangan saya, polisi aja karena itu uraiannya panjang" ujarnya.
Selanjutnya Mahfud MD menyatakan bahwa untuk mengungkap motif pembunuhan Brigadir J, hanya polisi yang berhak untuk membuka ke publik, kemudian di pengadilan oleh jaksa.
Namun, sebelum itu Mahfud MD juga menyebutkan bahwa sebenarnya dirinya sendiri sudah mendapatkan bocoran terkait motif pembunuhan Brigadir J.
Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengklaim bahwa tim khusus sampai saat ini masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati untuk mengetahui motif tersebut.
"Sampai saat ini, motifnya masih dalam pemeriksaan dan pendalam terhadap saksi termasuk terhadap Ibu PC (Putri Candrawathi)," kata Listyo di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).
Dalam perkara ini, Listyo juga menegaskan bahwa Bharada E alias Richard Eliezer menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo karena istrinya dilecehkan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.***

Share this article
Berikut pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md terkait motif pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.