AYOJAKARTA.COM - Tunjangan rumah DPR RI yang mencapai Rp50 juta per bulan masih jadi perbincangan warganet.
Setelah ramai di masyarakat karena kenaikkan tunjangan rumah DPR dianggap hanya pemborosan, padahal pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Sebagai informasi, DPR RI untuk periode 2024-2029 mendapatkan Rp50 juta per bulan.
Tunjangan ini diberikan, dengan alasan karena sejak tahun 2024 DPR tidak mendapatkan fasilitas rumah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Sudinsos Jakarta Utara Salurkan 8.658 Bansos Penerima Baru, Ini Rincian Penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Dengan kenaikkan tunjangan ini, 1 anggota DPR RI bisa mendapatkan gaji mencapai Rp100 juta per bulan, setara dengan gaji Rp3 juta per hari.
Pernyataan Kontroversial Wakil Ketua DPR Adies Kadir
Ikut menanggapi persoalan tunjangan rumah, Adies Kadir selaku Wakil ketua DPR menyebutkan angka Rp50 juta per bulan adalah harga yang wajar.
Terlebih ia menyebutkan bahwa tempat tinggal di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta untuk harga paling murah yakni Rp3 juta per bulan.
Rp50 juta itu bukan hanya untuk rumah tapi untuk biaya asisten rumah tangga hingga sopir pribadi.
Lebih lanjut, ia mulai menghitung dengan matematika dasar yang salah, yakni dengan membandingkan harga kos Rp3 juta dikalikan dengan 26 hari kerja dan mendapatkan total Rp78 juta per bulan.
"Kalau kita Rp3 juta kalikan 26 hari berarti Rp78 juta per bulan, padahal cuman dapat Rp50 juta," pungkasnya.
Dengan percaya diri Adies Kadir menyebutkan DPR RI masih nombok karena hanya mendapat Rp50 juta.
"jadi masih nombok lagi," ujarnya.
Sontak pernyataan ini menjadi sorotan warganet karena hitungan matematika dasar sebagai Wakil Ketua DPR pun tidak bisa.
"lah kok di kali 26 hari kerja, ngitung aja ga bisa pak," tulisan akun @drst*****
Baca Juga: Honest Review! Kelebihan dan Kekurangan HP Rp35 Juta Samsung Galaxy Z Fold 7
Lantas seperti apakah profil dari Adies Kadir?
Adies Kadir diketahui lahir pada 17 Oktober 1996 di Balikpapan Kalimantan, Timur.
Saat ini Adies menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sejak 1 Oktober 2024.
Sebelumnya sempat menjadi anggota DPR RI sejak 2014 dari Partai Golkar.
Riwayat Pendidikan
- Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
- S1 Hukum Universitas Merdeka Surabaya
- S2 Ilmu Hukum Universitas Merdeka Malang
- S3 Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Karier Politik
- Menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya (2009-2014)
- Menjadi Anggota DPR RI selama 3 kali periode (2014-2019, 2019-2014,2024-sekarang)
- Kini menjabat sebagai Wakil ketua DPR RI.***

Share this article
Profil Adies Kadir selaku Wakil ketua DPR yang viral setelah hitungan matematika dasar tunjangan DPR Rp50 juta dikalikan 26 hari.