AYOJAKARTA.COM - Tuai kritikan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjadi sorotan setelah pernyataannya yang membandingkan kenaikan harga beras Jepang dengan Indonesia.
Video tersebut viral dan beredar di masyarakat, Amran terlihat sedang melakukan rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI.
Dalam potongan video tersebut, Amran menilai masyarakat Indonesia seharusnya lebih meningkatkan rasa bersyukur karena kenaikan harga beras tidak setinggi di negara Jepang.
"Sekarang ini baru naik sedikit saja ribut. Jepang sudam Rp100.000 per kg....," pungkasnya.
Baca Juga: Pratama Arhan Gugat Cerai, 5 Kontroversi Azizah Salsha yang Disebut Jadi Alasan
Lebih lanjut, Mentan Amran sempat menyebutkan kenaikan harga beras ini demi kesejahteraan para petani di Indonesia.
Pernyataan dari Amran di rapat tersebut pun, mendapat komentar dari Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR.
Titiek menyebutkan bahwa Jepang dan Indonesia tidak bisa dibandingkan karena adanya perbedaan pendapatan per kapita.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta vs Kota Dunia, Benarkah yang Terburuk?
Sebagai informasi, Mentan Amran diketahui akan memberikan kebijakan untuk menyamakan harga beras premium dan beras medium.
Klarifikasi Mentan Amran Sulaiman
Tak tinggal diam, setelah video dirinya membandingkan harga beras Indonesia dan jepang viral, Mentan Amran pun buka suara.
Ia menepis tudingan bahwa dirinya tidak pro rakyat dan menyebutkan bahwa video yang beredar merupakan framing yang digunakan pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pernyataan dalam video tersebut untuk mengajak masyarakat lebih bersyukur, tentu pemerintah akan tetap bekerja keras untuk menurunkan harga beras.
"Kami menyebut Jepang kenaikan harga beras, artinya kita patut mensyukuri, tetapi kami mewakilkan pemerintah untuk bekerja keras menurunkan harga," ujarnya dalam video yang diunggah di akun resmi Kementan pada Minggu, 24 Agustus 2025.***

Share this article
Tuai kritikan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjadi sorotan setelah pernyataannya yang membandingkan kenaikan harga beras Jepang dengan Indonesia.