AYOJAKARTA.COM — Semenjak dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat sejak 20 Februari 2025, sosok Dedi Mulyadi seringkali menjadi sorotan di media sosial.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu juga dikenal beberapa kebijakan inovatif dan juga penuh dengan kontroversi.
Salah satunya adalah menerapkan kurikulum wajib militer bagi anak SMA yang bertujuan untuk membentuk karakter bela negara dan mencegah siswa SMA terlibat tawuran
Nah, berikut ini merupakan deretan kontroversi dari Dedi Mulyadi seperti yang dilansir dari berbagai sumber.
Deretan Kontroversi Dedi Mulyadi
Baca Juga: Atasi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem, Dedi Mulyadi Modifikasi Cuaca dengan Tabur Garam ke Awan
1. Dituding Musyrik
Saat menjadi Bupati Purwakarta selama dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), ia sering dikaitkan dengan isu klenik atau musyrik.
Diketahui bahwa ia beberapa kali terlihat menjalankan ritual yang diduga memiliki hubungan dengan praktik mistik.
Walau begitu, tudingan tersebut tidak dapat dibuktikan secara pasti, dan warga Purwakarta saat itu memilih untuk memaklumi hal tersebut.
Baca Juga: Bikin Banjir! Dedi Mulyadi Tutup Tempat Wisata yang Merusak Alam di Bogor
2. Melarang Kegiatan Study Tour
Dedi menegaskan bahwa kegiatan study tour di lingkungan sekolah daerah Jawa Barat dilarang.
Bukan tanpa sebab, kebijakan ini diambil setelah melihat beban finansial yang dikeluhkan banyak orang tua murid.
Selain itu, faktor keselamatan para murid selama kegiatan berlangsung juga menjadi prioritasnya.
Sebelumnya, ia mendapatkan laporan bahwa banyak orang tua murid yang bahkan harus sampai mengutang untuk membayar study tour anak-anaknya.
3. Membuat Kebijakan Jam Malam untuk Pelajar
Pada tahun 2013, ia menerapkan kebijakan jam malam bagi pelajar di Purwakarta.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan positif yang dimaksudkan untuk mengarahkan para pelajar untuk melakukan kegiatan agama seperti mengaji pada malam hari.
Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Diketahui beberapa pihak menilai bahwa langkah ini kurang efektif. Meski begitu, Dedi tetap konsisten menjalankannya.
4. Ingin Menerapkan Kurikulum Wajib Militer bagi Anak SMA
Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter bela negara dan mencegah anak-anak SMA terlibat dalam geng motor maupun tawuran
Pemerintah Jawa Barat juga telah bekerja sama dengan pihak lain seperti Kodam Militer III/Siliwangi dan Polda Jawa Barat dalam merealisasikan program ini.
Baca Juga: Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Jadikan Sule Juru Bicara Tim Pemenangan
5. Menyindir Warga Soal Kenaikan Harga Beras
Dedi Mulyadi juga pernah membuat kontroversi lewat video yang membahas kenaikan harga beras.
Dalam video tersebut, Dedi menyindir masyarakat yang ribut soal kenaikan harga beras namun diam terhadap kenaikan harga barang lain, seperti skincare dan smartphone.
6. Menangis Saat Melihat Lahan di Puncak
Baru-baru ini, Dedi juga terlihat menangis saat melihat lahan di Puncak, Bogor yang beralih fungsi menjadi tempat wisata.
Ia juga menyinggung bahwa bagi orang Sunda dan Jawa, gunung merupakan sesuatu yang sakral dan sangat dihormati karena menjadi sumber kehidupan manusia.
Dedi mengatakan bahwa merusak gunung dan hutan merupakan tindakan yang tidak bisa diterima.
Tak sampai di situ, bahkan Dedi merasa martabatnya sebagai orang Sunda serasa direndahkan dengan perusakan gunung tersebut.
Demikianlah informasi terkait deretan kontroversi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.***
Share this article
Semenjak dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat sejak 20 Februari 2025, sosok Dedi Mulyadi seringkali menjadi sorotan di media sosial.