AYOJAKARTA.COM - Akhir-akhir program unggulan dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka makan bergizi gratis (MBG) sedang menjadi sorotan.
Bukan karena prestasi, namun kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.
Bahkan kasus keracunan yang terjadi di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat bahkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan lebih dari 1.000 korban.
Baca Juga: Harga di Bawah Rp2 Jutaan, Lebih Worth Xiaomi Redmi Pad 2 vs Xiaomi Pad SE?
Keracunan ini terjadi sejak Senin 22 September 2025 dan korban terus bertambah hingga saat ini.
Selain itu, terjadi keracunan 25 orang di daerah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat usai mendapatkan santapan menu hiu fillet pada Kamis, 25 September 2025.
Menanggapi berbagai temuan keracunan yang diduga karena MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber akan membuat layanan hotline 24 jam terkait laporan pelaksanaan MBG.
Menurut Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang, hotline 24 jam ini hadir sebagai upaya untuk melakukan pengawasan terhadap dapur-dapur Satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Mantan Menag Lukman Hakim Bongkar Pentingnya Negara Hadir Lewat Ditjen Pesantren
Selain kasus keracunan, program MBG pun sempat ramai dengan beredarnya surat perjanjian kerahasiaan agar merahasiakan kejadian KLB hingga perjanjian surat dengan orang tua.***
Share this article
Menanggapi berbagai temuan keracunan yang diduga karena MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber akan membuat layanan hotline 24 jam terkait laporan pelaksanaan MBG.