AYOJAKARTA.COM - Salah satu cara yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hilang ialah akan melakukan rapid test.
Rapid test ini diwajibkan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia mulai minggu depan sebelum menyajikan makanan MBG.
Kebijakan ini hadir sebagai instruksi dari Presiden Prabowo agar makanan disajikan higienis.
Baca Juga: 5.000 Chef Siap Diterjunkan BGN untuk SPPG Program MBG, Apa yang akan Dilakukan?
"Presiden sudah menginstruksikan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test untuk uji makanan yang sudah diolah. Kami pastikan minggu depan seluruh dapur gizi sudah memilikinya,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, di Jakarta dalam keterangan resminya.
Selain rapid test, BGN juga menginstruksikan dapur gizi menggunakan air bersertifikat dan menyiapkan alat sterilisasi food tray bersuhu 120 derajat untuk menjaga standar kebersihan makanan.
"Setiap piring yang disajikan harus aman, bergizi, dan seimbang. Ini bukan sekadar program makan gratis, tapi komitmen negara untuk menjaga kesehatan generasi muda,” pungkas Dadan.
Sebagai informasi BGN melakukan berbagai kebijakan dan evaluasi setelah dugaan keracunan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain SPPG harus memiliki SLHS, BGN pun diketahui kini bekerjasama dengan ICA sebagai komunitas chef di Indonesia untuk memberikan pendampingan kepada SPPG MBG.
Dalam memberikan makanan yang sesuai.***
Share this article
Rapid test ini diwajibkan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia mulai minggu depan sebelum menyajikan makanan MBG.