AYOJAKARTA.COM - Pemerintah menargetkan penggunakan BBM dengan campuran etanol 10 persen akan dimulai di tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Zulhas mengatakan bahwa langkah BBM yang dicampur etanol 10 persen ini adalah untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Zulhas mengatakan bahwa kepastian ini ia dapat langsung dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Bahkan, Zulhas menyebut bahwa ini merupakan program pokok.
Ia menilai langkah ini bisa membawa dampak luas untuk perekonomian, terutama pada sekotor pertanian.
Bukan hanya program campuran etanol 10 persen, ternyata pemerintah juga menyiapkan program lain.
Program tersebut adalah menargetkan peningkatan kadar campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 guna mengurangi impor solar.
Baca Juga: Belum Final, Pansus Raperda KTR Terima Aspirasi Rakyat, Hiburan Malam Tidak termasuk?
Nantinya, program ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong Indonesia menuju kemandirian energi.
Lantas apakah aman BBM dengan campuran etanol 10 persen?
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Eng. Ir. I N.G. Wardana, M.Eng menjelaskan penggunaan campuran etanol pada BMM akan aman untuk mesin.
Bahkan, menurutnya jika campuran etanol hingga 30 persen pun mampu untuk meningkatkan kualitas bahan bakar yang signifikan.
Baca Juga: 2 Proyek Terbengkalai di DKI Jakarta akan Segera 'Diurus' oleh Pramono Anung
Wardana menyebut jika penyerapan air oleh etanol baru bermasalah jika konsentrasinya sangat tinggi, jauh di atas ambang batas yang direkomendasikan.***

Share this article
Pemerintah targetkan BBM dengan campuran etanol 10 persen bisa dimulai tahun 2026, ini harapannya.