AYOJAKARTA.COM - BOBIBOS resmi bekerja sama dengan Timor Leste untuk produksi dan pendistribusian bahan bakar murah di daerah yang dijuluki Bumi Loro Sae itu.
Bahkan, BOBIBOS telah menandatangani MoU bersama Timor Agronova SA pada Selasa (23/12).
Wakil PM Timor Leste, Masiano Asanami Sabino sangat mendukung kehadiran BOBIBOS di negaranya.
Ia berjanji akan meberikan karpet merah berupa regulasi dan proteksi kepada BOBIBOS dalam mengembangkan inovasinya.
Baca Juga: Apakah BSU 2026 akan Cair Kembali? Kemenko Perekonomian Beri Bocoran Ini
Sementara itu, Pembina BOBIBOS, Mulyadi menekankan bahwa bahan bakar dari jerami ini sudah melalui uji Lemigas.
Hasil uji Lemigas tersebut memperkuat BOBIBOS layak jadi bahan bakar.
Dari hasil uji tersebut menunjukkan RON BOBIBOS mencapai 98,1.
"Sekarang yang kami butuhkan yakni regulasi, investasi dan proteksi. Timor Leste punya dan memberikan hal itu," ujar Mulyadi.
Baca Juga: Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi di Indonesia, Ada 2 Daerah yang Belum Mengumumkan
Mulyadi mengatakan pihaknya menyadari betul bahwa BOBIBOS belum bisa dikembangkan di Indonesia.
Hal ini terjadi karena pemerintah Indonesia masih fokus untuk mengembangkan biomassa yang berbahan dasar sawit dan aren.
Sedangkan BOBIBOS diketahui berbahan dasar dari limbah sawah yaitu jerami.
Mulyadi pun menghormati roadmap yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Karena BOBIBOS bukan hanya untuk kepentingan satu negara, bukan juga eksklusif untuk Timor Leste. Tapi ini untuk kepentingan dunia," tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa bukan tidak mungkin setelah BOBIBOS berhasil membawa swasembada energi di Timor Leste, maka pihaknya akan berbicara kepada pemerintah Indonesia untuk memberi regulasi kepada bahan bakar nabati ini.***
Share this article
BOBIBOS tekankan sudah uji Lemigas dan hasilnya RON 98,1 serta layak menjadi bahan bakar.