AYOJAKARTA.COM - Tahun baru 2026, cuaca ekstrem masih mengintai sejumlah wilayah di Indonesia.
Informasi seputar potensi cuaca ekstrem ini pun dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bentuk imbauan bagi masyarakat Indonesia.
Salah satu dinamika yang harus menjadi sorotan ialah pergerakan dari Bibit Siklon 91S yang terlihat mulai bergerak di Samudra Hindia Barat Daya Lampung sejak Sabtu, 3 Januari 2026.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber Bibit Siklon Tropis 91S yang bergerak ini memiliki kecepatan sekitar 35 knot.
Baca Juga: SNBP Tahun 2026: Cara Registrasi Akun dan Pengisian PDSS bagi Pihak Sekolah, Ada Syarat Baru!
Lantas seperti apa dampak dari pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S ini?
Bibit Siklon Tropis 91S ini diketahui akan berdampak secara tidak langsung terhadap cuaca dan perairan Indonesia hingga 6 Januari 2026.
Dampak yang bisa dihasilkan dari Bibit Siklon Tropis 91S yakni:
1. Adanya angin kencang di sejumlah wilayah sebut saja pesisir Bengkulu dan Lampung.
2. Gelombang tinggi sekitar 1,25-2,5 meter yang berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Perairan Selatan Pulau Jawa, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga barat Aceh.
Sedangkan untuk gelombang dengan tinggi 2,5-4 meter bisa berptensi di Samudera Hindia Barat Lampung.
Bagi masyarakat yang sering melakukan aktivitas di pesisir diimbau untuk selalu waspada atas Bibit Siklon Tropis 91S.***

Share this article
Informasi seputar potensi cuaca ekstrem ini pun dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bentuk imbauan bagi masyarakat Indonesia.