AYOJAKARTA.COM - Upaya pencarian pelatih Timnas B sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, bersama tiga anaknya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di Perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga hari ketiga operasi pencarian, keempat korban belum ditemukan dan secara resmi masih berstatus dalam pencarian.
Martin Carreras Fernando menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal wisata pinisi Putri Sakinah pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Namun, baru sekitar 30 menit berlayar, kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi dan tenggelam di Selat Pulau Padar.
Di dalam kapal terdapat 11 orang, terdiri dari Martin beserta istri dan empat anaknya, empat kru kapal, serta satu pemandu wisata.
Dari insiden tersebut, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Mereka adalah istri Martin, Mar Martinez Ortuno, satu anak perempuan bernama Ortuno Andrea, kapten kapal Lukman, tiga ABK yakni Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, Rahimullah, serta pemandu wisata bernama Valdus.
Sementara itu, Martin bersama tiga anaknya yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, hingga kini masih dalam pencarian.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan bahwa empat korban tersebut belum dinyatakan meninggal dunia.
Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan maksimal selama tujuh hari dan dapat diperpanjang apabila terdapat tanda-tanda korban ditemukan.
Di tengah proses pencarian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait bibit siklon tropis 96S.
Dalam unggahan resmi BMKG di Instagram pada Minggu, 28 Desember 2025, disebutkan bahwa bibit siklon 96S mulai terbentuk sejak 24 Desember 2025 di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, NTT, dan memiliki peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam.
BMKG memperingatkan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah NTB dan NTT, serta gelombang laut tinggi.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu dan perairan selatan Bali hingga Timor, sementara gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang muncul di Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT.
Kondisi cuaca ekstrem ini diduga turut memengaruhi tantangan operasi SAR di kawasan Taman Nasional Komodo.
Tragedi tenggelamnya kapal wisata ini kembali menjadi perhatian luas, termasuk dari media internasional, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca dan keselamatan pelayaran di kawasan wisata bahari Indonesia.***

Share this article
Pencarian pelatih Valencia CF Martin Carreras Fernando dan tiga anaknya di perairan Pulau Padar masih berlanjut. BMKG mengingatkan waspada bibit siklon tropis 96S yang memicu gelombang tinggi di NTT.