AYOJAKARTA.COM - Bikin geleng kepala, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2026 kembali menuai korban keracunan.
Kasus keracunan yang dialami 803 orang di Kabupaten Grobogan in, diduga akibat menyantap makanan dari program MBG.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Pemprov Jawa Tengah secara gerak cepat mencari tahu penyebab hingga menangani kasus keracunan yang ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) ini.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Selama 5 Hari!
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui ikut terjun langsung mencari penyebab dari kasus keracunan SPPG Grobogan.
Faktor kehigienis-an dan proses dalam memasak kini menjadi sorotan, dan akan menjadi bagian dari evaluasi.
Sebagai informasi, makanan yang disantap oleh para korban saat itu ialah nasi kuning, telur dadar, tempe orek hingga abon.
Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebutkan kemungkinan besar menu MBG dari SPPG Grobogan Gubug Kwaron 1 yang menyebabkan keracunan ialah menu ayam.
Baca Juga: Honor Win, HP Rp9 Jutaan yang Diprediksi Bakal Laku Keras di Indonesia, Spesifikasinya Juara!
"Dugaan sementara pada menu ayam," ujar Hanung
Akibat kasus keracunan MBG ini dari 803 orang, 54 orang masih dirawat di rumah sakit.
Status SPPG Grobogan Gubug Krawon 1 pun dihentikan secara sementara.***

Share this article
Bikin geleng kepala, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2026 kembali menuai korban keracunan.