AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kali setelah menjabat sebagai nomor 1 di RI, diketahui memberikan beberapa catatan perbaikan.
Prabowo diketahui mengunjungi IKN pada Senin, 11 Januari 2026 lalu.
Usai meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan kilang integrasi atau Refinery Developmment Master Plan (RDMP) Pertamina, di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Usai Kasus Tunanetra Jatuh ke Air Got Viral, PT TransJakarta Lakukan Evaluasi SOP Menyeluruh
Lantas setelah melihat progres dari pembangunan IKN adakah komentar dari Prabowo?
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Prabowo diketahui memberikan beberapa koreksi ketika melakukan rapat internal bersama para menteri.
Hal ini disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa, 13 Januari 2026.
Prasetyo Hadi menyebutkan Presiden Prabowo tetap berkomitmen dengan pembangunan IKN terutama menyoal gedung yudikatif dan legislatif.
Lebih lanjut, ia menyebutkan Prabowo memberikan koreksi mengenai desain hingga fungsi untuk perbaikan dan percepatan Ibu Kota Politik di tahun 2028.
"Jadi tadi masih ada beberapa hal yang bapak presiden memberikan koreksi terhadap pertama, mengenai desain, mengenai fungsi...," ujar Prasetyo hadi dalam keterangan resminya yang dikutip ayojakarta.com.
Baca Juga: Jam operasional transportasi umum Jakarta, Ada yang Stanby 24 Jam!
IKN menjadi Ibu Kota Politik
Sebagai informasi, pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.79 Tahun 2025 menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai ibu kota politik mulai tahun 2028.
Ibu kota politik ini hadir sebagai pusat pemerintahan nasional yang memiliki lembaga negara seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk melakukan tugas kenegaraan.
Oleh karena itu Presiden Prabowo sangat menekankan pembangunan gedung Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif di IKN.******
Share this article
Presiden Prabowo yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kali setelah menjabat sebagai nomor 1 di RI, diketahui memberikan beberapa catatan perbaikan.