AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta sepakat jalin kerjasama dengan Pemprov Banten mengenai pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT.
Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan pada Rabu, 4 Februari 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Kerjasama pembangunan MRT ini dilakukan untuk rute Kembangan-Balaraja yang memiliki panjang 30 kilometer.
Baca Juga: Pramono Anung Buka Suara Terkait Lamanya Waktu Tunggu TransJakarta: Lonjakan Penumpang Musim Hujan
Dalam penandatanganan MoU tersebut turut hadir Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni.
Hadirnya rute Kembangan-Balaraja ini untuk menghubungkan kawasan hunian, industri hingga pusat pertumbuhan baru yang ada di wilayah DKI Jakarta dan Provinsi Banten.
"Ini akan memberikan keuntungan bagi siapapun, bagi MRT akan bisa melayani cakupan yang lebih luas," ujar Pramono dalam keterangan resmi yang dikutip ayojakarta.com pada Kamis, 5 Februari 2026.
Progres pembangunan dari MRT rute Kembangan-Balaraja akan dilakukan dalam kurun waktu 1hingga 2 tahun ke depan.
Bukan hanya kerjasama mengenai moda transportasi massal MRT, Pemprov DKI dan Pemprov Banten diketahui sepakat untuk memanfaatkan Bendungan Polor Kali Angke secara bersama.
Dengan adanya kesepakatan kedua provinsi ini Bendungan Polor dapat dimanfaatkan DKI Jakarta sebagai sumber air baku utama yang diolah menjadi air bersih oleh PAM Jaya.
Sementara bagi Banten, Bendungan Polor merupakan wilayah resapan air untuk menahan tingginya debit air saat musim hujan.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta sepakat jalin kerjasama dengan Pemprov Banten mengenai pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT.