AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan yang menjadi sorotan.
Akhir-akhir ini warganet ramai mengkritisi menu MBG Ramadan yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran.
Menanggapi hal ini pihak BGN melalui Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan bahwa anggaran MBG sejatinya hanya di angka Rp8.000-Rp10.000 saja bukan Rp15.000.
Kekinian diketahui Kepala BGN melakukan rapat koordinasi bersama seluruh mitra dan Kepala Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan memastikan menu Ramadan sesuai standar gizi pada Selasa, 24 Februari lalu.
Baca Juga: Dibuka Mulai 1 Maret! Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026: Link, Cara Daftar hingga Kota Tujuan
"Kami ingin memastikan bahwa pelaksaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi dan tepat sasaran. Evaluasi penting agar tidak terjadi kesalahpahanan," pungkasnya dalam keterangan resmi yang dikutip ayojakarta.com pada rabu, 25 Februari 2026.
Berikut beberapa hasil dari evaluasi yang dilakukan yakni:
1. Kemasan Tidak Menggunakan Kantong Plastik
Dadan minta agar MBG tidak menggunakan kantong plastik sederhana tapi menggunakan wadah yang lebih higienis.
2. Bahan Baku Makanan
Dadan meminta agar bahan baku sesuai dengan yang telah ditetapkan, seperti kacang diganti telur yang memiliki citra protein lebih baik di masyakarat.
3. SPPG Diminta Merinci Angka Kecukupan Gizi (AKG)
SPPG harus merinci AKG menu setiap prosinya dengan anggaran ayng sudah ditetapkan
4. SPPG diminta siapkan alat vakum
Hal ini bertujuan agar makanan lebih awet dan tetap layak dikonsumsi.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kesehatan penrima manfaat.***
Share this article
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan yang menjadi sorotan.