AYOJAKARTA.COM – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali menjadi sorotan usai ucapannya yang menyebut pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih sebagai sosok yang menentang HAM.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, hal tersebut disampaikan Pigai ketika menanggapi pertanyaan wartawan mengenai Ketua BEM UGM, Tiyo Adriyanto, yang mendapatkan teror.
Baca Juga: Satpol PP Jakarta Barat Berhasil Sita 2.105 Botol Minuman Beralkohol dari 8 Wilayah Secara Serentak!
“Maka orang yang meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM,” pungkasnya, dikutip ayojakarta.com pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kritik diperbolehkan, namun jika sampai menghapus program tersebut maka hal itu tidak dibenarkan.
Menurutnya, program-program tersebut menyangkut hak dasar masyarakat Indonesia.
Pigai juga menyinggung bahwa program MBG selaras dengan komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta harapan UNICEF dalam pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.
Sebagai informasi, BEM UGM diketahui melakukan aksi protes terhadap program MBG dengan menampilkan seekor sapi yang kepalanya ditempeli foto Presiden Prabowo Subianto.
Bukan hanya soal MBG, Tiyo Adriyanto yang merupakan Ketua BEM UGM juga dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah, salah satunya terkait kasus tewasnya seorang siswa sekolah di Ngada, NTT.
Ia dilaporkan mendapatkan teror mulai dari ancaman, penguntitan, hingga pemotretan yang terjadi sejak 9 hingga 11 Februari 2026.
Bahkan, ia juga menerima ancaman penculikan dari nomor tak dikenal.***
Share this article
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih sebagai sosok yang menentang HAM.