AYOJAKARTA.COM - Wacana penerapan work from home (WFH) 1 hari tiap pekan untuk ASN, antisipasi Krisis BBM akibat konflik Timur Tengah yang masih terjadi kini ramai jadi sorotan.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa wacana tersebut tidak menjadi masalah, karena sudah pernah dilakukan ketika Covid-19.
"Nggak masalah kalau saya, karena ini bukan pengalaman pertama ini," ujar Tito dikutip ayojakarta.com pada Kamis, 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa skema WFH 1 hari tiap pekan ini sedang dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto untuk dditindaklanjuti sebelum akhirnya diterapkan.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Lanjutan KRYD hingga 29 Maret 2026
Tito pun menyebutkan bahwa pemerintah memiliki Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) yang bisa memonitor ASN untuk tetap produktif di rumah.
"Kalau dulu saya absen, dulu ada sistem namanya SIMPEG," pungkasnya.
Tito menyebutkan dengan sistem tersebut pegawai akan terdeteksi lokasinya dengan sistem GPS yang wajib dinyalakan.
"Setelah itu mereka mendaftar, jam 07.30 mereka absen online kemudian handphone wajib on. Jadi lokasinya ketahuan dia, jalan-jalan kan ketahuan gitu," lanjutnya.
Wacana skema WFH I hari tiap pekan ini hadir setelah berbagai Menteri Lakukan rapat Sebut saja Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlannga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.***

Share this article
Wacana penerapan work from home (WFH) 1 hari tiap pekan untuk ASN, antisipasi krisis BBM akibat konflik Timur Tengah yang masih terjadi kini ramai jadi sorotan.