AYOJAKARTA.COM - Informasi terkait tanker milik pemerintah yang tertahan di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebutkan 2 kapal Pertamina tersebut masih belum bisa melintasi Selat Hormuz.
Pemerintah masih berusaha melakukan diplomasu untuk mengupayakan agar 2 kapal pertamina bisa melintas.

"Intinya kita mengupayakan agar kapal pertamina bisa melintas di Selat Hormus," ujar juru bicara Kemlu Vahd Nabyl yang dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Rabu, 8 April 2026.
Lebih lanjut, Nabyl meneybtukan bahwa KBRI Teheran masih melakukan koordinasi dengan pemerintahan Iran.
Selain itu masih menjalin komunikasi dengan kedutaan Iran di Jakarta.
Hal teknis masih menjadi salah satu alasan kapal Pertamina masih belum bisa melewati Selat Hormuz.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam keadaan selamat.

"Ya, memang terkait dengan tadi yang ditanyakan adalah mengenai bagaimana proses untuk negosiasinya," jelasnya.
Sebagai informasi konflik yang terjadi atas serangan Israel-AS ke Iran sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026 yang menyebabkan Selat Hormuz saat ini ditutup dan hanya negara tertentu yang bisa melewati atas izin Iran.
Untuk negara ASEAN baru Malaysia dan Thailand yang diperbolehkan melewati Selat Hormuz.***

Share this article
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebutkan 2 kapal Pertamina tersebut masih belum bisa melintasi Selat Hormuz.