AYOJAKARTA.COM -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sebagai informasi, viral di media sosial mengenai peredaran obat ini kepada massa aksi unjuk rasa di Jakarta.
Unggahan viral itu bahkan memperlihatkan rute distribusi obat keras tersebut pada aksi tahun lalu dan meminta pihak kepolisian segera bertindak.

Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menindak tegas segala bentuk peredaran gelap narkoba maupun obat-obatan terlarang.
"Kita dalami. Semua peredaran gelap kita tindak," tegas Ahmad David saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Juli 2026.
Polda Metro Jaya sendiri terpantau sangat intensif dalam memberantas peredaran obat berbahaya di wilayah hukum ibu kota.
Sepanjang tahun 2026, pihak kepolisian tercatat telah mengamankan sebanyak 53,7 juta butir obat keras dan menangkap 681 tersangka.
Selain melakukan penindakan secara mandiri, kepolisian juga mengharapkan peran aktif dari masyarakat.

Warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan indikasi atau informasi terkait peredaran obat keras di lingkungannya agar dapat segera ditangani oleh petugas.
"Masyarakat selalu kita minta berperan aktif untuk melaporkan," pungkasnya.***
Share this article
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.