AYOJAKARTA.COM – Keluarga Presiden Jokowi kembali menarik perhatian masyarakat usai Kaesang Pangarep menggunakan rompi bertuliskan ‘Putra Mulyono’.
Sebagaimana diketahui, jelang masa kepemimpinannya selesai, Jokowi justru tersandung banyak isu miring.
Mulai dari penjegalan keputusan MK, anak sulung yang diduga pemilik akun Kaskus Fufufafa hingga tindakan Kaesang yang memakai rompi Putra Mulyono ditengah rentetan isu tersebut.
Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Kaesang Pangarep tersebut memicu reaksi publik yang dari berbagai kalangan.
Bahkan Ryan Rangkuti, Pengamat Politik menilai jika Kaesang Pangarep menganggap semua kritik kepada keluarganya adalah lelucon.
“Karena menurut saya ya keluarga ini menganggap bahwa semua kritik ini adalah lelucon bagi mereka gitu lho,” ungkap Ryan dikutip dari YouTube Satu Visi Utama pada (28/9/24).
“Jadi mereka gak pernah melihat bahwa kritik-kritik itu sebagai sesuatu yang penting disikapi dengan serius, disikapi dengan evaluasi diri gitu ya yang ada bagi mereka tingkatannya cuman 2, kalau dia gak sirik dia lelucon gitu lho,” lanjutnya.
Ryan Rangkuti juga menyebut jika kritik besar-besaran yang sedang disampaikan kepada keluarga Jokowi tidak merubah perilaku politik mereka sama sekali.
“Makanya mereka menganggapnya santai aja dan oleh karena itulah kemudian hampir tidak ada perubahan jangankan yang kecil-kecil, apalagi yang drastis dari perilaku politik mereka sepanjang ini gitu,” tutur Ryan Rangkuti.
Selain itu Ryan juga menyoroti jika sikap keluarga Jokowi menganggap kritik sebagai lelucon ini bukanlah yang pertama.
“Nah, ini sebetulnya bukan gejala baru, kita kenal dahulu waktu misalnya Gibran itu salah omong lalu diplesetkan orang menjadi Samsul ,” terang Ryan.
Baca Juga: Gambar Bayi Mana yang Paling Kamu Sukai? Jawabannya Tentukan Kapan Kamu Bertemu Pasangan Idealmu
“Lalu justru mereka membuat sendiri meme-meme yang berhubungan dengan Samsul itu dan mengklaim dirinya memang dia adalah Samsul, macam-macam gitu,” ungkapnya lagi.
Menurut Ryan, ada tujuan khusus Kaesang dengan sengaja memakai rompi bertuliskan ‘Putra Mulyono’, yaitu untuk meredam kritik seperti yang sebelumnya mereka lakukan.
“Pada waktu itu cara mereka memperlakukan kritik itu ya memang masih ditanggapi dengan santai oleh publik,” jelas pengamat politik tersebut.
“Artinya mereka menganggap model menanggapi isu, kritik dari luar dengan membuat lelucon dan meme-meme ternyata efektif untuk meredam bahkan membuat arus balik kepada mereka yang mengkritiknya gitu ya,” lanjutnya lagi.
Ryan Rangkuti juga menjelaskan, “Nah, model itulah yang saya kira dipraktekan kembali oleh Kaesang kemarin, mengingat pernah sukses dimana kritik macam-macam terhadap mereka itu dibuat guyonan gitu lalu justru dipamerkan tidak dihindari gitu ya.”
Bahkan Ryan Rangkuti sampai menyinggung apakah harus dengan gerakan 2208 sampai keluarga Jokowi bisa sadar akan kritik dari masyarakat.
“Yang terjadi orang makin jengkel gitu lho, jengkelnya apa ini kok udah dikritik dengan cara apapun gak mempan,” ujarnya.
“Sampai saya mengatakan begini apakah mereka menunggu gerakan seperti 2208 itu tercipta dulu supaya baru mereka mengerti bahwa ada banyak orang yang mulai jengkel dengan perilaku keluarganya,” imbuh Ryan Rangkuti.
Pengamat politik tersebut juga menuturkan, “Bayangkan, private jet belum selesai, belum tuntas, tiba-tiba mereka nganggep semua kritikan itu adalah lelucon ddi tengah banyak orang yang mulai jengkel dan bertanya-tanya, jadi mereka selama ini dimanjakan oleh situasi, kritik itu adalah syirik adalah lelucon.”***
Share this article
Bahkan Ryan Rangkuti, Pengamat Politik menilai jika Kaesang Pangarep menganggap semua kritik kepada keluarganya adalah lelucon.