AYOJAKARTA.COM - Universitas Diponegoro (UNDIP) akhirnya mengakui ada praktik perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Kasus dugaan bullying yang diduga terjadi di lingkungan PPDS UNDIP, diakui pihak kampus.
Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP akhirnya mengakui adanya perundungan di lingkungan PPDS.
Padahal dekan FK UNDIP sebelumnya membantah dugaan perundungan tersebut.
"Kami menyadari sepenuhnya menyampaikan dan mengakui bahwa di dalam sistem pendidikan Dokter Spesialis di internal kami terjadi praktik atau kasus perundungan dalam berbagai bentuk dan derajat dan hal," kata Dekan FK UNDIP.
Penjelasan dekan bernama Yan Wisnu Prajoko sebagaimana dikutip Ayojakarta dari YouTube Official iNews.
Selain mengakui, FK UNDIP juga meminta maaf atas hal tersebut.
Permintaan maaf tersebut, disampaikan untuk masyarakat. Termasuk juga pemerintah, yakni Kementerian Kesehatan dan Kemdikbudristek termasuk DPR RI.
FK UNDIP mengakui jika selama menjalankan program PPDS masih terdapat banyak kekurangan.
Di kesempatan yang sama, Dekan FK UNDIP juga meminta agar penangguhan prakteknya dicabut.
"Kami juga memohon kepada pemerintah untuk dapat terus melanjutkan pendidikan PPDS Anestesi agar kami dapat memberikan sumbangsih kepada negara," ungkapnya lagi.
Baca Juga: Tegas! Dekan FK UNPAD Pecat 2 Dokter 'Senior' yang Terlibat Kasus Bullying Mahasiswa PPDS
Mengenai rincian pungutan yang juga sempat dibantah. Dekan FK UNDIP mengaku jika tiap mahasiswa PPDS UNDIP harus menyetorkan uang sebanyak Rp 20 juta - Rp 40 juta.
Lalu bagaimana tanggapan netizen? Sebagian besar mengaku marah. Apalagi perundungannya ini terjadi di lingkungan yang semestinya mengedepankan pendidikan.
dalam sebuah media dengan akun X @rimba890 menuliskan "Kok enak? Yg sana kehilangan anak dan suami. Situ baru dicabut ijinya aja udh melas2. Tuntaskan dulu! Enak aja, mana kemarin ngeles bilangnya gak ada bullying dll!.
Senada diungkapkan pemilik akun X @konspirasy. "Kalian minta maaf itu nyawa orang ga bisa balik. Udah fix blacklist semua dokter lulusan UNDIP. Dari sekarang tiap praktek akan nanya dan riset lulusan mana."***
Share this article
Kasus perundungan di lingkungan program PPDS akhirnya diakui Dekan Undip, minta agar penangguhan praktik dicabut, ini tanggapan warganet.