AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2024, Anies Baswedan, mengimbau semua pihak untuk menghormati hak konstitusi setiap pemilih dalam Pilkada Jakarta mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Anies menyikapi munculnya gerakan 'Anak Abah Coblos Tiga Paslon' yang dipandang sebagai respons atas situasi politik terkini, terutama ketidakhadirannya sebagai salah satu calon gubernur.
Anies menegaskan bahwa setiap gerakan, termasuk aksi protes ini, adalah bagian dari hak konstitusional warga.
Baca Juga: Amien Rais Kritik Pedas Jokowi, Gibran dan Kaesang: Gibran Itu Bagaikan Mentimun Bongkok...
“Ini semua adalah hak konstitusi. Jadi kita hormati, kita hargai setiap hak tersebut. Ini adalah ungkapan pikiran dan rasa atas kondisi yang sekarang terjadi, jadi mari kita hargai sebagai bagian dari kebebasan berekspresi," ujar Anies.
Gerakan 'Anak Abah Coblos Tiga Paslon' diduga muncul sebagai bentuk kekecewaan dari pendukung Anies yang merasa kecewa karena mantan gubernur Jakarta itu tidak maju dalam Pilkada kali ini.
Para pendukung tersebut memilih untuk tidak mendukung salah satu dari tiga pasangan calon (paslon) yang akan berlaga, dan sebagai gantinya mendorong aksi Golput melalui simbol mencoblos ketiga paslon sekaligus.
Gerakan ini pun mendapat perhatian luas di media sosial, dan banyak yang menilai ini adalah bentuk protes dari pendukung Anies yang kecewa dengan dinamika politik Jakarta.
Meskipun begitu, Anies tetap menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif dan menghargai hak pilih setiap warga.
Baca Juga: Apa Itu TMS CPNS 2024? Ketahui Penyebab Pelamar Dinyatakan Tidak Lolos Seleksi Administrasi
Di sisi lain, bakal calon wakil gubernur Jakarta dari PDI Perjuangan, Rano Karno, turut menanggapi munculnya gerakan ini.
Menurut Rano, meskipun setiap warga memiliki kebebasan untuk memilih atau tidak memilih, penting bagi mereka untuk tidak menyia-nyiakan hak suara mereka.
"Kita punya hak, mau coblos satu, dua, tiga, atau bahkan tidak memilih sama sekali. Tapi ingat, suara kita ini bukan hanya untuk kita sendiri, tapi untuk masa depan warga Jakarta. Pilihan jangan dibuang begitu saja," tegas Rano Karno.
Rano menambahkan bahwa tindakan mencoblos tiga paslon sekaligus hanya akan membuat suara menjadi tidak sah.
"Kalau sampai suara itu tidak sah, kita sendiri yang rugi. Jangan sampai nanti menyesal di belakang, aduh kenapa kemarin nggak nyoblos dengan benar," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin yang terpilih nantinya akan bertanggung jawab atas masa depan Jakarta.
"Kalau kita nggak menggunakan suara kita dengan baik, kita nggak bisa banyak berharap pada pemimpin terpilih nantinya," ujar Rano dengan nada serius.***

Share this article
Ramai gerakan Anak Abah Coblos Tiga Paslon, Anies Baswedan, mengimbau semua pihak untuk menghormati hak konstitusi...