AYOJAKARTA.COM - Ridwan Kamil, bakal calon gubernur Jakarta, baru-baru ini menghapus salah satu cuitan lamanya di akun X (dulu Twitter) yang menyoroti karakter orang Jakarta.
Cuitan yang diposting pada 6 Juni 2011 ini memancing beragam reaksi dari netizen setelah kembali mencuat ke permukaan.
Dalam cuitannya, Ridwan Kamil menuliskan pendapatnya tentang karakter warga Jakarta yang dalam satu kalimat singkat,
"Tengil, gaul, glamor, songong, pelit, gengsian, egois, pekerja keras, tahan banting, pamer, hedon. Itu karakter org JKT. #citybranding."
Namun saat ayojakarta mengeceknya pada Senin, 26 Agustus 2024, pagi cuitan tersebut telah dihapus.
Ayojakarta melakukan pengecekan dan tidak lagi menemukan cuitan tersebut di akun X @ridwankamil.
Penghapusan ini ditengarai terjadi setelah cuitan tersebut kembali ramai diperbincangkan oleh netizen yang merasa kurang nyaman dengan cara Ridwan Kamil menggambarkan karakter orang Jakarta.
Ridwan Kamil sendiri dikenal sebagai tokoh yang aktif di media sosial, kerap berinteraksi dengan warganet melalui berbagai platform.
Baca Juga: ALHAMDULILAH! Ada Bansos Tambahan Rp800 Ribu hingga Rp1,4 Juta untuk KPM PKH BPNT Kategori Ini
Meskipun cuitan tersebut sudah berusia lebih dari satu dekade, topik tersebut menarik perhatian publik setelah diangkat oleh beberapa pengguna X yang menggali kembali arsip digitalnya.
Tidak dapat dipungkiri, media sosial kini menjadi salah satu arena penting dalam politik modern.
Setiap ucapan, cuitan, atau unggahan dapat menjadi alat kampanye yang efektif, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak dipertimbangkan dengan baik.
Seperti yang diketahui, Ridwan Kamil akan maju di Pilkada Jakarta dengan diusung oleh Koalisi Indonesia Maju atau KIM.
Ia akan dipasangkan dengan Suswono dari PKS dan pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian di era Presiden SBY.
Pilkada Jakarta selalu menarik perhatian nasional, dan setiap tindakan dari kandidat gubernur akan terus dipantau secara ketat oleh publik.***

Share this article
Sempat viral, cuitan Ridwan Kamil soal karakter orang Jakarta mendadak hilang, apakah sengaja dihapus?