AYOJAKARTA.COM - Perdebatan tentang siapa calon gubernur yang akan diusung oleh PDIP di Pilkada Jakarta 2024 masih sangat menarik untuk dibahas.
Beberapa kalangan mendukung agar PDIP mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Hal ini sebagai bentuk perlawanan terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Suswono, yang didukung oleh koalisi 12 partai politik.
Meskipun PDIP memiliki tiket untuk maju dalam Pilkada Jakarta 2024, tampaknya pilihan tersebut belum tentu jatuh pada Anies Baswedan.
Isu ini semakin menarik ketika Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memberikan pandangannya terkait pengambilan keputusan di internal PDIP.
Yunarto menyoroti karakter kuat Megawati dalam mengambil keputusan, yang meski menjadi kelebihan, terkadang justru bisa menjadi kelemahan dalam hal kalkulasi elektoral.
Dia juga menambahkan bahwa PDIP memiliki pengalaman berseberangan dengan Anies sejak Pilkada 2017, di mana isu SARA menjadi salah satu topik utama.
“Menurut saya tidak mengagetkan kalau kemudian hitung-hitungan elektoral bahwa dengan Anies PDIP pasti menang dan bisa jadi simbol perlawanan terhadap Jokowi itu belum tentu masuk di hitung-hitungannya Ibu Mega,” ujar Yunarto dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Dengan situasi yang terjadi saat ini, spekulasi terus berkembang mengenai langkah yang akan diambil oleh PDIP.
Apakah partai ini akan mengambil risiko dengan mengusung figur yang kontroversial, ataukah mereka akan memilih jalan lain yang lebih aman secara politis?
Keputusan PDIP di Jakarta akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pertarungan politik yang semakin ketat di Pilkada 2024.***

Share this article
Meskipun PDIP memiliki tiket untuk maju dalam Pilkada Jakarta 2024, tampaknya pilihan tersebut belum tentu jatuh pada Anies Baswedan.