AYOJAKARTA.COM – Aksi demo yang dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan untuk memprotes keputusan yang diambil DPR RI digelar pada Kamis, 22 Agustus 2024 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Aksi tersebut diserukan usai viral tagar "Peringatan Darurat" dan disertai gambar burung garuda berlatar belakang biru, pada Rabu 21 Agustus 2024.
Mulai dari mahasiswa, artis sampai komika turun ke jalan untuk mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI. Mereka semua menyuarakan aksi yang sama.
Diketahui, peringatan darurat tersebut muncul usai baleg DPR RI memutuskan untuk menjegal keputusan MK yang memutuskan ambang batas Pilkada ditentukan oleh perolehan suara sah dari partai politik (parpol) menurut jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu di daerah masing-masing.
Baleg DPR RI sendiri memutuskan untuk tetap menggunakan ambang batas yang lama yakni 20 persen kursi di parlemen untuk parpol yang akan mengusung calon mereka di pilkada.
Selain itu, baleg DPR RI juga menyetujui umur minimal calon kepala daerah minimal 30 tahun terhitung sejak pelantikan calon dan 25 tahun untuk wakil kepala daerah.
Pengamat Politik sekaligus Akademisi, Rocky Gerung ikut mengomentari tentang aksi yang terjadi di depan Gedung DPR RI tersebut.
Menurutnya, apa yang ada di lapangan adalah tanggung jawab bersama jadi tidak usah takut karena sudah terbentuk political chemistry dan terikat pada satu janji untuk memuliakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Problemnya kita kenali bersama maka biasakan aja bahwa apapun yang ada di lapangan itu adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Jadi enggak usah takut nggak ada lagi soal senior Junior siapapun bisa naik panggung untuk memberi orasi di situ” ucapnya dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, pada Jumat, 23 Agustus 2024.
“Karena sudah terbentuk kimia baru political chemistry-nya sudah terbentuk di situ terikat kita pada satu janji untuk memuliakan pendapat Mahkamah Konstitusi” lanjutnya.
Rocky Gerung menyampaikan bahwa adanya gerakan mahasiswa disini adalah hal yang biasa karena MK sudah tersadar bahwa politik saat ini akan membahayakan Indonesia.
“Biasa bahwa Mahkamah Konstitusi pulih akal Sehatnya Mahkamah Konstitusi, akhirnya mengerti bahwa soal-soal politik hari-hari ini itu bisa membahayakan Republik jadi hal yang sudah lumrah jadi gerakan mahasiswa” kata Rocky Gerung.
Pengamat politik tersebut mengatakan bahwa ini adalah momentum bagi Indonesia.
“Di sini saya bahkan baru lagi di Bandung dan bertemu dengan teman-teman di Bandung dan mereka menyatakan bahwa ini adalah momentum dan saya bilang betul momentum” ujarnya.
Ia menyampaikan hanya dengan demonstrasi damai yang bisa memobilisasi opini publik.
“Jadi bagi kita Masyarakat sipil Bersatulah kalangan guru besar yang tadinya ragu-ragu akhirnya makin lama makin mengerti bahwa hanya dengan demonstrasi, demonstrasi damai tentu dimungkinkan untuk memobilisasi opini publik” tutupnya.***

Share this article
Pengamat Politik sekaligus Akademisi, Rocky Gerung ikut mengomentari tentang aksi yang terjadi di depan Gedung DPR RI tersebut.