AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian yang dialami oleh Dokter Muda Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro, Aulia Risma Lestari, telah menjadi sorotan publik.
Seperti diketahui, Aulia Risma ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kamar kos milikinya yang berlokasi di Kelurahan Lempongsari, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin, 12 Agustus 2024.
Aulia Risma diduga telah mengakhiri hidupnya dengan menyuntikan biusan anestesi di tangannya.
Pihak keluarga membantah bahwa Aulia Risma meninggal karena bunuh diri, melainkan karena penyakit alami yang diderita.
Melalui kuasa hukum, Susyanto, pihak keluarga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak membuat asumsi seolah-olah Aulia Risma bunuh diri.
Baca Juga: Viral Isu Bullying di Balik Meninggalnya Dokter PPDS UNDIP, Menkes: Yuk Kita Hentikan Kebiasaan Ini
“Pemberitaan bunuh diri itu salah besar, karena almarhumah Aulia memiliki riwayat penyakit jadi meninggalnya secara alamiah,” kata Susyanto, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Senin, 19 Agustus 2024.
Meski begitu, Susyanto tidak menjelaskan secara gamblang penyakit apa yang diderita oleh Aulia Risma yang membuatnya meninggal dunia.
Pihak keluarga menduga pada saat peristiwa itu terjadi, penyakit yang diderita Aulia kambuh sehingga korban menyuntikan anestesi dengan dosis yang cukup tinggi.
Terkait perihal adanya perundungan seperti yang dirumorkan selama ini, dari pihak keluarga enggan untuk menanggapi hal tersebut sebelum ada kepastian dari penyidik.
Namun, Susyanto mengaku bahwa pihak keluarga Aulia Risma bersedia untuk memberikan keterangan jika memang dibutuhkan.
“Kami akan memberikan keterangan tersebut jika pihak penyidik meminta kami untuk hadir dan memberikan keterangan yang sebenarnya,” tandas Susyanto.
Baca Juga: Usut Sebab Kematian Dokter Muda Program Dokter Spesialis, Menkes Kirim Tim Audit Ke UNDIP
Disisi lain, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga meninggalnya Aulia Risma ini ada hubungannya dengan perundungan atau bullying yang dilakukan di tempat korban menuntut ilmu.
Pasalnya, informasi perundungan tersebut telah sampai di Kemenkes sejak tahun 2023 yang lalu.
Tak hanya itu, Kemenkes juga meyakini adanya perundungan yang dialami Aulia Risma dengan ditemukannya buku catatan harian milik korban oleh pihak penyidik.
“Bukti awal yang disampaikan oleh pihak kepolisian melalui catatan harian itu memang ada tanda-tanda yang berkaitan dengan perundungan,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, M.Syahril.
Oleh sebab itu, pihak Kemenkes akan ikut mendalami kasus ini agar tidak terjadi lagi adanya hal serupa yang dialami oleh Aulia Risma.***
Share this article
Pihak keluarga membantah bahwa Aulia Risma meninggal karena bunuh diri, melainkan karena penyakit alami yang diderita.